Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 20 Juli 2026 | 04.06 WIB

7 Hal Positif yang Akan Diterima Otak Setelah Seseorang Berhenti Minum Soda Menurut Psikologi

seseorang yang melakukan diet minuman soda / foto: Magnific/makistock

 

JawaPos.com - Minuman soda telah menjadi bagian dari gaya hidup banyak orang. Rasanya yang manis, sensasi gelembung karbonasi, dan kandungan kafein pada beberapa jenis soda membuat minuman ini terasa menyenangkan dan sulit ditinggalkan. Namun, di balik kenikmatannya, konsumsi soda secara berlebihan dapat memengaruhi cara kerja otak, emosi, hingga kebiasaan seseorang.
 
Menariknya, ketika seseorang memutuskan untuk menjalani diet dengan mengurangi atau bahkan menghentikan konsumsi minuman soda, perubahan positif tidak hanya terjadi pada tubuh, tetapi juga pada kondisi psikologis dan fungsi otak. Dari sudut pandang psikologi, perubahan kebiasaan ini dapat meningkatkan kesejahteraan mental, kemampuan mengendalikan diri, hingga kualitas suasana hati.

Dilansir dari Psychology Today pada Minggu (19/7), terdapat tujuh manfaat positif yang dapat dirasakan otak setelah seseorang berhenti mengonsumsi minuman soda.

1. Otak Menjadi Lebih Stabil dalam Mengatur Emosi

Salah satu efek dari konsumsi gula berlebihan adalah naik turunnya kadar gula darah secara cepat. Ketika kadar gula melonjak, seseorang mungkin merasa berenergi dan bersemangat. Namun beberapa saat kemudian, energi tersebut turun drastis sehingga memicu rasa lelah, mudah marah, atau suasana hati yang tidak stabil.

Dalam psikologi, kondisi ini sering dikaitkan dengan perubahan regulasi emosi. Saat seseorang mengurangi konsumsi soda, kadar gula darah menjadi lebih stabil sehingga otak tidak lagi mengalami fluktuasi energi yang ekstrem.

Akibatnya:

Emosi lebih mudah dikendalikan.
Tidak mudah tersinggung.
Tingkat stres lebih rendah.
Perasaan lebih tenang sepanjang hari.

Otak menyukai kestabilan. Ketika tubuh tidak lagi dibanjiri lonjakan gula secara terus-menerus, sistem saraf dapat bekerja dengan lebih seimbang.

2. Kemampuan Fokus dan Konsentrasi Meningkat

Banyak orang mengira soda membantu meningkatkan konsentrasi karena kandungan gula atau kafeinnya. Faktanya, efek tersebut hanya bersifat sementara.

Setelah energi dari gula habis, otak justru mengalami penurunan performa yang sering disebut sebagai "sugar crash". Kondisi ini membuat seseorang sulit berkonsentrasi dan lebih mudah terdistraksi.

Ketika kebiasaan minum soda dihentikan, otak mulai menggunakan sumber energi yang lebih stabil dari makanan bergizi.

Menurut psikologi kognitif, kondisi ini mendukung peningkatan fungsi eksekutif seperti:

Memusatkan perhatian.
Mengingat informasi.
Menyelesaikan masalah.
Mengambil keputusan.

Produktivitas pun meningkat karena otak tidak lagi mengalami siklus naik-turun energi yang tajam.

3. Sistem Reward Otak Menjadi Lebih Sehat

Soda yang kaya gula mampu merangsang pelepasan dopamin, yaitu zat kimia otak yang berkaitan dengan rasa senang dan penghargaan.

Jika hal ini terjadi terus-menerus, otak menjadi terbiasa memperoleh kepuasan instan dari makanan atau minuman manis. Dalam psikologi perilaku, kondisi ini dapat membentuk kebiasaan yang sulit dihentikan.

Saat seseorang berhasil berhenti minum soda, sistem reward otak perlahan kembali normal.

Manfaatnya antara lain:

Tidak mudah tergoda makanan manis.
Lebih menikmati kesenangan alami.
Mengurangi perilaku impulsif.
Mengembangkan kebiasaan sehat yang lebih bertahan lama.

Otak belajar bahwa rasa bahagia tidak selalu berasal dari gula, tetapi juga dari aktivitas positif seperti olahraga, berkumpul dengan keluarga, membaca, atau mencapai target pribadi.

4. Meningkatkan Rasa Percaya Diri

Dalam psikologi, keberhasilan mengubah kebiasaan buruk merupakan salah satu cara meningkatkan self-efficacy, yaitu keyakinan seseorang bahwa dirinya mampu mencapai tujuan.

Berhasil berhenti minum soda mungkin terdengar sederhana, tetapi sebenarnya merupakan latihan pengendalian diri yang sangat baik.

Setiap kali seseorang berhasil menolak keinginan membeli soda, otaknya menerima sinyal bahwa ia mampu mengendalikan perilakunya sendiri.

Lama-kelamaan muncul perasaan seperti:

"Saya ternyata bisa disiplin."
"Saya mampu menjalankan target."
"Saya bisa hidup lebih sehat."

Rasa percaya diri seperti ini sering meluas ke berbagai aspek kehidupan, termasuk pekerjaan, pendidikan, hingga hubungan sosial.

5. Mengurangi Kecemasan Berlebihan

Beberapa jenis soda mengandung kafein dalam jumlah yang cukup tinggi. Pada individu yang sensitif, konsumsi kafein berlebihan dapat meningkatkan gejala seperti:

Gelisah.
Jantung berdebar.
Sulit rileks.
Pikiran terasa terus aktif.

Dari perspektif psikologi, kondisi tersebut dapat memperburuk kecemasan pada sebagian orang.

Ketika konsumsi soda dihentikan, sistem saraf memiliki kesempatan untuk kembali bekerja secara lebih tenang.

Banyak orang kemudian merasakan:

Pikiran lebih jernih.
Lebih mudah bersantai.
Tidak mudah panik.
Tubuh terasa lebih nyaman.

Walaupun efeknya berbeda pada setiap individu, pengurangan kafein sering kali memberikan dampak positif terhadap ketenangan mental.

6. Kualitas Tidur Menjadi Lebih Baik

Tidur merupakan salah satu proses terpenting bagi kesehatan otak.

Jika seseorang sering mengonsumsi soda, terutama pada sore atau malam hari, kandungan gula dan kafein dapat mengganggu ritme tidur.

Dalam psikologi, kurang tidur berkaitan dengan berbagai masalah seperti:

Sulit mengingat informasi.
Mudah marah.
Sulit berkonsentrasi.
Motivasi menurun.

Ketika kebiasaan minum soda dihentikan, kualitas tidur umumnya menjadi lebih baik.

Saat tidur berkualitas, otak memiliki waktu untuk:

Memperkuat memori.
Mengolah pengalaman emosional.
Membersihkan sisa metabolisme otak.
Memulihkan energi mental.

Akibatnya, seseorang bangun dengan perasaan lebih segar dan siap menjalani aktivitas.

7. Meningkatkan Kemampuan Mengendalikan Diri

Salah satu konsep penting dalam psikologi adalah self-control atau kemampuan mengendalikan dorongan sesaat demi tujuan jangka panjang.

Berhenti minum soda merupakan latihan nyata dalam membangun kontrol diri.

Setiap kali seseorang memilih air putih dibandingkan soda, otak sedang memperkuat jalur kebiasaan baru yang lebih sehat.

Dalam jangka panjang, kemampuan ini dapat membantu seseorang untuk:

Lebih disiplin menjalankan pola makan.
Konsisten berolahraga.
Mengatur keuangan.
Menyelesaikan pekerjaan tepat waktu.
Menghindari kebiasaan yang merugikan.

Semakin sering kontrol diri dilatih, semakin kuat pula kemampuan otak dalam mengambil keputusan yang lebih bijaksana.

Tips Psikologis Agar Berhasil Berhenti Minum Soda

Mengubah kebiasaan memang tidak mudah, tetapi ada beberapa strategi psikologis yang dapat membantu:

Tetapkan tujuan yang realistis, misalnya mengurangi soda sedikit demi sedikit.
Ganti soda dengan air putih, infused water, atau teh tanpa gula.
Hindari menyimpan soda di rumah agar godaan berkurang.
Berikan penghargaan pada diri sendiri ketika berhasil mencapai target.
Fokus pada manfaat jangka panjang dibandingkan kenikmatan sesaat.

Pendekatan bertahap biasanya lebih efektif dibandingkan perubahan yang terlalu drastis.

Kesimpulan

Berhenti mengonsumsi minuman soda bukan hanya memberikan manfaat bagi kesehatan fisik, tetapi juga membawa dampak positif bagi kesehatan mental dan fungsi otak. Dari sudut pandang psikologi, perubahan ini membantu menstabilkan emosi, meningkatkan fokus, memperbaiki sistem penghargaan otak, menumbuhkan rasa percaya diri, mengurangi kecemasan, meningkatkan kualitas tidur, serta memperkuat kemampuan mengendalikan diri.

Perubahan tersebut memang tidak selalu terjadi dalam semalam. Namun, dengan konsistensi dan komitmen, otak akan beradaptasi terhadap pola hidup yang lebih sehat. Pada akhirnya, keputusan sederhana untuk mengurangi konsumsi soda dapat menjadi langkah kecil yang menghasilkan perubahan besar bagi kualitas hidup secara keseluruhan.***

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore