
Dokter Spesialis Mata JEC Eye Hospitals and Clinics dr. Sharita R. Siregar, SpM(K). (Istimewa)
JawaPos.com - Tidak semua kondisi mata minus dan silinder dapat terus dikoreksi hanya dengan kacamata. Pada beberapa kasus, terutama ketika bentuk kornea mengalami perubahan yang tidak teratur, penggunaan kacamata tidak lagi mampu memberikan penglihatan yang tajam.
Dokter Spesialis Mata JEC Eye Hospitals and Clinics dr. Sharita R. Siregar, SpM(K) menjelaskan bahwa perubahan bentuk atau kelengkungan kornea dapat menyebabkan berbagai kelainan refraksi, mulai dari miopia (rabun jauh), hipermetropia (rabun dekat), hingga astigmatisme atau mata silinder. Dalam beberapa kondisi, ada yang dapat diatasi dengan kacamata.
"Namun pada astigmatisme (silinder) tidak teratur, cahaya dapat tersebar ke beberapa titik sehingga menimbulkan pandangan berbayang, distorsi, silau, dan halo," ujar dr. Sharita kepada wartawan, Rabu (29/7).
Menurutnya, kondisi tersebut membuat ketajaman penglihatan tidak selalu bisa dipulihkan hanya dengan mengganti resep kacamata. Oleh karena itu, pasien memerlukan evaluasi menyeluruh untuk mengetahui apakah diperlukan tindakan bedah refraktif atau metode koreksi lain.
Pemeriksaan Menentukan Jenis Tindakan
dr. Sharita menegaskan bahwa tidak ada satu prosedur yang cocok untuk semua pasien. Pemilihan tindakan bergantung pada jenis gangguan refraksi, ketebalan dan bentuk kornea, stabilitas ukuran minus maupun silinder, kondisi permukaan mata, hingga anatomi mata secara keseluruhan.
Salah satu pilihan adalah LASIK yang bekerja dengan membuat lapisan tipis (flap) pada kornea menggunakan laser femtosecond. Setelah flap dibuka, laser excimer membentuk ulang kornea sesuai ukuran minus, plus, atau silinder pasien, kemudian flap dikembalikan ke posisi semula tanpa jahitan.
Pilihan lain adalah SMILE Pro, prosedur tanpa pembuatan flap kornea. Teknologi ini membentuk lapisan jaringan tipis di dalam kornea yang kemudian dikeluarkan melalui sayatan mikro sekitar 2–4 milimeter untuk mengubah kelengkungan kornea sesuai kebutuhan koreksi.
SMILE Pro menggunakan teknologi ZEISS VISUMAX 800 dengan paparan laser sekitar 8–10 detik per mata. Karena menggunakan sayatan yang lebih kecil, struktur permukaan kornea dinilai lebih terjaga dan risiko gangguan terkait flap dapat diminimalkan, termasuk membantu mengurangi keluhan mata kering pada sebagian pasien.
Selain itu, tersedia pula LASIK Xtra, yakni kombinasi LASIK dengan prosedur corneal cross-linking dalam satu tindakan. Setelah kornea dibentuk ulang menggunakan laser, dokter mengaplikasikan riboflavin (vitamin B2) dan mengaktifkannya dengan sinar ultraviolet A untuk memperkuat ikatan serat kolagen pada kornea.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor FC Seoul vs Persib di ACL Two: Maung Bandung Hadapi Ujian Berat di Korea
Prediksi Skor Olympiacos vs Jagiellonia Bialystok di Liga Europa: Thrylos Amankan 3 Poin Kandang
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao: Duel Tim Papan Tengah LaLiga Berpotensi Berlangsung Ketat
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Los Leones Bidik Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022