
Ilustrasi kacamata progresif. (freepik)
JawaPos.com–Memasuki usia 40 tahun ke atas, banyak orang mulai mengalami presbiopia, yaitu kondisi ketika kemampuan mata untuk melihat objek dekat menurun. Salah satu solusi yang kini semakin populer adalah kacamata progresif, karena mampu mengakomodasi penglihatan jarak jauh, menengah, hingga dekat dalam satu lensa.
Meski demikian, masih banyak yang ragu menggunakannya. Keluhan seperti rasa pusing atau kesulitan beradaptasi kerap muncul, bahkan membuat sebagian orang kembali menggunakan dua kacamata terpisah.
Padahal, ketidaknyamanan tersebut sering kali bukan disebabkan oleh konsep kacamata progresif itu sendiri, melainkan desain dan kualitas lensa yang digunakan.
Baca Juga:Tarif Angkutan Berpotensi Naik, Organda Soroti Lonjakan Biaya Operasional dan Skema Subsidi BBM
Setiap lensa progresif memiliki karakteristik berbeda. Lensa dengan desain yang kurang presisi biasanya memiliki area pandang lebih sempit serta perpindahan fokus yang kurang mulus. Hal ini membuat pengguna harus lebih sering menyesuaikan posisi kepala saat beraktivitas.
Sebaliknya, lensa dengan teknologi yang lebih canggih mampu menghadirkan area pandang yang lebih luas, transisi yang lebih halus, serta pergerakan mata yang terasa lebih natural.
Selain itu, kebutuhan setiap individu juga tidak sama. Aktivitas sehari-hari menjadi faktor penting dalam menentukan jenis lensa yang tepat.
Misalnya, seseorang yang sering bekerja di depan komputer memerlukan area penglihatan dekat dan menengah yang lebih luas, sementara aktivitas luar ruangan membutuhkan komposisi yang berbeda. Karena itu, pemilihan lensa progresif sebaiknya didasarkan pada kebutuhan, bukan semata-mata harga.
Perbedaan fungsi inilah yang membuat harga lensa progresif cenderung lebih tinggi dibandingkan lensa biasa. Jika lensa single vision hanya digunakan untuk satu jarak pandang, lensa progresif menggabungkan beberapa fungsi sekaligus dalam satu lensa dengan desain yang lebih kompleks. Teknologi yang lebih mutakhir umumnya memberikan kenyamanan lebih, terutama untuk penggunaan jangka panjang.
Selaras dengan ini, Hoya Vision Care dengan kampanye #NyamanItuBeda hingga Juni yang berupaya meningkatkan pemahaman masyarakat bahwa kenyamanan dalam menggunakan lensa progresif sangat dipengaruhi oleh desain, proses pengukuran, serta teknologi yang digunakan.

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Timnas Qatar vs Swiss di Piala Dunia 2026: The Maroons Terancam Gagal Start Sempurna
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Pembuktian Magis Christian Pulisic
Daftar Pemain Swedia dan Tunisia di Piala Dunia 2026
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Maroko: Vinicius Junior dan Achraf Hakimi Siap Saling Sikut di Piala Dunia
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Prediksi Skor Jerman vs Curacao di Piala Dunia 2026: Der Panzer Siap Menggila di Laga Perdana
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
