
Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra, dr. Edwin Hadinata, Sp.PD, meraih juara 1 Jakarta Nephrology Meeting 2026. (istimewa)
JawaPos.com - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan dunia akademik Indonesia. dr. Edwin Hadinata, Sp.PD, dosen Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra sekaligus dokter spesialis penyakit dalam, berhasil meraih Juara 1 pada The 8th Jakarta Nephrology Meeting (JNM) 2026 melalui penelitian inovatif yang mengungkap bagaimana paparan dua mikotoksin pangan, Ochratoxin A (OTA) dan Citrinin, dapat memperberat Diabetic Kidney Disease (DKD) atau penyakit ginjal akibat diabetes. Penelitian tersebut dinilai sebagai salah satu karya ilmiah terbaik dalam forum nefrologi nasional yang mempertemukan para ahli ginjal, peneliti, dan akademisi dari berbagai institusi di Indonesia.
Penelitian berjudul "Integrated Toxicometabolomics and Multi-Omics Analysis Reveals Ferroptosis-Driven Renal Injury Induced by Ochratoxin A and Citrinin Co-Exposure in Experimental Diabetic Kidney Disease" mengintegrasikan pendekatan in silico, in vitro, metabolomik berbasis UHPLC–Orbitrap HRMS, serta model in vivo untuk mengungkap mekanisme molekuler bagaimana paparan OTA dan Citrinin mempercepat kerusakan ginjal pada kondisi diabetes.
Baca Juga:Daftar 14 Kosmetik Berbahaya Terbaru yang Dilarang BPOM, Bisa Sebabkan Kanker hingga Masalah Ginjal
Riset ini merupakan hasil kolaborasi ilmiah yang dibimbing para pakar di bidang nefrologi, penyakit dalam, dan biomedis, yaitu dr. Iri Kuswadi, Sp.PD-KGH, FINASIM, Dr. dr. Metalia Puspitasari, M.Sc., Sp.PD-KGH, Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD, Subsp.End.(K), Ph.D., serta Fahrul Nurkolis, S.Si., M.Biomed.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa paparan OTA dan Citrinin secara bersamaan memperberat cedera ginjal diabetik melalui gangguan pada jalur system xc⁻–GSH–GPX4 yang memicu ferroptosis, yaitu mekanisme kematian sel akibat peroksidasi lipid dan stres oksidatif. Temuan tersebut memberikan perspektif baru bahwa faktor lingkungan, khususnya kontaminan pangan, kemungkinan berperan dalam mempercepat progresivitas penyakit ginjal pada penyandang diabetes.
Menurut tim peneliti, hasil ini tidak hanya membuka peluang pengembangan terapi yang menargetkan jalur ferroptosis, tetapi juga menekankan pentingnya aspek pencegahan melalui pengendalian paparan mikotoksin dalam rantai pangan.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan bahwa Ochratoxin A merupakan mikotoksin yang banyak ditemukan pada kopi, serealia dan produk olahannya, gandum, jagung, beras, rempah-rempah, kakao, buah kering (seperti kismis), anggur, wine, serta beberapa produk pangan yang disimpan pada kondisi lembap. Sementara Citrinin banyak dilaporkan terdapat pada beras, serealia, produk fermentasi berbasis Monascus (angkak), kacang-kacangan, rempah-rempah, dan beberapa produk pangan lain yang mengalami kontaminasi jamur selama penyimpanan.
Berdasarkan temuan tersebut, tim peneliti menilai bahwa Indonesia memerlukan studi epidemiologi berskala nasional untuk mengetahui besarnya paparan OTA dan Citrinin pada masyarakat Indonesia, terutama karena pangan seperti beras, kopi, jagung, gandum, serealia, rempah-rempah, serta produk turunannya merupakan bagian dari konsumsi sehari-hari. Data epidemiologi tersebut dinilai penting untuk menyusun strategi keamanan pangan, pemantauan paparan, serta upaya pencegahan penyakit ginjal kronis yang lebih komprehensif.
Menanggapi capaian tersebut, Prof. Dr. dr. Hendy Hendarto, Sp.OG, Subsp. FER, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra, menyampaikan apresiasi tinggi atas prestasi yang diraih.
"Kami mengucapkan selamat kepada dr. Edwin Hadinata, Sp.PD atas pencapaian yang sangat membanggakan ini. Prestasi tersebut mencerminkan komitmen Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra dalam membangun budaya akademik yang unggul, mendorong inovasi riset, serta menghasilkan karya ilmiah yang memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan ilmu kedokteran dan kesehatan masyarakat."
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Fenerbahce vs Roma di Liga Champions: Duel Seru Berpotensi Seri
Prediksi Skor PSV Eindhoven vs Shakhtar Donetsk di Liga Champions: Kans Boeren Amankan 3 Poin
Rombongan Badan Pangan Ditembaki di Papua Pegunungan, 3 Orang Tewas
Viral Pernyataan Pribadi Deputi Bakom soal Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung Api di Indonesia
Prediksi Skor Sporting Lisbon vs Galatasaray di Liga Champions: Leões Sikat Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Slavia Prague vs Lens di Liga Champions: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Como vs RB Leipzig di Liga Champions: I Lariani Siap Libas Tim Tamu di Sinigaglia

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022