Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 22 Juli 2026 | 21.57 WIB

Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra Juara 1 Jakarta Nephrology Meeting 2026, Ungkap Ancaman Mikotoksin Terhadap Ginjal

Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra, dr. Edwin Hadinata, Sp.PD, meraih juara 1 Jakarta Nephrology Meeting 2026. (istimewa) - Image

Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra, dr. Edwin Hadinata, Sp.PD, meraih juara 1 Jakarta Nephrology Meeting 2026. (istimewa)

JawaPos.com - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan dunia akademik Indonesia. dr. Edwin Hadinata, Sp.PD, dosen Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra sekaligus dokter spesialis penyakit dalam, berhasil meraih Juara 1 pada The 8th Jakarta Nephrology Meeting (JNM) 2026 melalui penelitian inovatif yang mengungkap bagaimana paparan dua mikotoksin pangan, Ochratoxin A (OTA) dan Citrinin, dapat memperberat Diabetic Kidney Disease (DKD) atau penyakit ginjal akibat diabetes. Penelitian tersebut dinilai sebagai salah satu karya ilmiah terbaik dalam forum nefrologi nasional yang mempertemukan para ahli ginjal, peneliti, dan akademisi dari berbagai institusi di Indonesia. 

Penelitian berjudul "Integrated Toxicometabolomics and Multi-Omics Analysis Reveals Ferroptosis-Driven Renal Injury Induced by Ochratoxin A and Citrinin Co-Exposure in Experimental Diabetic Kidney Disease" mengintegrasikan pendekatan in silico, in vitro, metabolomik berbasis UHPLC–Orbitrap HRMS, serta model in vivo untuk mengungkap mekanisme molekuler bagaimana paparan OTA dan Citrinin mempercepat kerusakan ginjal pada kondisi diabetes.

Riset ini merupakan hasil kolaborasi ilmiah yang dibimbing para pakar di bidang nefrologi, penyakit dalam, dan biomedis, yaitu dr. Iri Kuswadi, Sp.PD-KGH, FINASIM, Dr. dr. Metalia Puspitasari, M.Sc., Sp.PD-KGH, Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD, Subsp.End.(K), Ph.D., serta Fahrul Nurkolis, S.Si., M.Biomed.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa paparan OTA dan Citrinin secara bersamaan memperberat cedera ginjal diabetik melalui gangguan pada jalur system xc⁻–GSH–GPX4 yang memicu ferroptosis, yaitu mekanisme kematian sel akibat peroksidasi lipid dan stres oksidatif. Temuan tersebut memberikan perspektif baru bahwa faktor lingkungan, khususnya kontaminan pangan, kemungkinan berperan dalam mempercepat progresivitas penyakit ginjal pada penyandang diabetes

Menurut tim peneliti, hasil ini tidak hanya membuka peluang pengembangan terapi yang menargetkan jalur ferroptosis, tetapi juga menekankan pentingnya aspek pencegahan melalui pengendalian paparan mikotoksin dalam rantai pangan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan bahwa Ochratoxin A merupakan mikotoksin yang banyak ditemukan pada kopi, serealia dan produk olahannya, gandum, jagung, beras, rempah-rempah, kakao, buah kering (seperti kismis), anggur, wine, serta beberapa produk pangan yang disimpan pada kondisi lembap. Sementara Citrinin banyak dilaporkan terdapat pada beras, serealia, produk fermentasi berbasis Monascus (angkak), kacang-kacangan, rempah-rempah, dan beberapa produk pangan lain yang mengalami kontaminasi jamur selama penyimpanan. 

Berdasarkan temuan tersebut, tim peneliti menilai bahwa Indonesia memerlukan studi epidemiologi berskala nasional untuk mengetahui besarnya paparan OTA dan Citrinin pada masyarakat Indonesia, terutama karena pangan seperti beras, kopi, jagung, gandum, serealia, rempah-rempah, serta produk turunannya merupakan bagian dari konsumsi sehari-hari. Data epidemiologi tersebut dinilai penting untuk menyusun strategi keamanan pangan, pemantauan paparan, serta upaya pencegahan penyakit ginjal kronis yang lebih komprehensif. 

Apresiasi Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra

Menanggapi capaian tersebut, Prof. Dr. dr. Hendy Hendarto, Sp.OG, Subsp. FER, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra, menyampaikan apresiasi tinggi atas prestasi yang diraih.

"Kami mengucapkan selamat kepada dr. Edwin Hadinata, Sp.PD atas pencapaian yang sangat membanggakan ini. Prestasi tersebut mencerminkan komitmen Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra dalam membangun budaya akademik yang unggul, mendorong inovasi riset, serta menghasilkan karya ilmiah yang memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan ilmu kedokteran dan kesehatan masyarakat."

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore