
seseorang yang bersalah memakan makanan favorit./Magnific/rantaimages
JawaPos.com - Banyak orang percaya bahwa makan sehat hanya ditentukan oleh apa yang ada di piring. Selama sayuran, buah, protein tanpa lemak, dan makanan utuh mendominasi menu harian, mereka merasa telah menjalani gaya hidup sehat.
Padahal, psikologi menunjukkan bahwa hubungan manusia dengan makanan jauh lebih kompleks daripada sekadar memilih makanan bergizi. Cara seseorang berpikir, merasakan, dan berperilaku terhadap makanan ternyata sama pentingnya dengan kandungan nutrisinya.
Ironisnya, seseorang bisa saja mengonsumsi makanan yang sangat sehat, tetapi memiliki hubungan yang tidak sehat dengan makanan itu sendiri. Dalam jangka panjang, kondisi ini justru dapat memicu stres, kecemasan, rasa bersalah, hingga gangguan pola makan.
Psikolog menyebut bahwa kesehatan tidak hanya berkaitan dengan tubuh, tetapi juga kesejahteraan mental. Ketika pola makan dipenuhi tekanan psikologis, manfaat makanan sehat pun bisa berkurang.
Dilansir dari Psychology Today pada Selasa (14/7), terdapat tujuh perilaku yang membuat pola makan sehat berubah menjadi tidak sehat menurut perspektif psikologi.
1. Terlalu Terobsesi Menghitung Kalori
Menghitung kalori memang dapat membantu seseorang memahami kebutuhan energinya. Namun ketika setiap gigitan harus dihitung dengan cemas, makan berubah menjadi aktivitas yang penuh tekanan.
Dalam psikologi, obsesi terhadap angka dapat menciptakan kecemasan kronis. Seseorang menjadi sulit menikmati makanan karena pikirannya terus dipenuhi perhitungan.
Akibatnya, makan bukan lagi kebutuhan biologis, melainkan ujian yang harus dilalui dengan sempurna.
Penelitian menunjukkan bahwa fokus berlebihan pada kalori sering kali meningkatkan stres dan membuat seseorang kehilangan kemampuan mengenali rasa lapar maupun kenyang secara alami.

Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Analisis Prediksi Bursa Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Albiceleste Sudah Teruji hingga 120 MenitÂ
Sesi Foto Bersama di Pemakaman Komedian Temon Terbelah Jadi 2 Kubu
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Kompak Turun, Berikut Daftar Harga Terbaru BBM Pertamina hingga Shell
Vicky Prasetyo Menunggu Detak Jantung Janin Sebelum Nikahi Fangfang Secara Siri
Daftar Pemain Cedera Prancis vs Spanyol di Piala Dunia 2026: Les Bleus Terancam Krisis Lini Tengah!
MA Kekurangan 1.600 Hakim, Lulusan Fakultas Hukum Ditawari Gaji Rp 50 Juta Per Bulan
Prediksi Skor Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: Lionel Messi Cs Dijagokan Singkirkan Three Lions dan Lolos ke Final
