Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 10 Juli 2026 | 04.30 WIB

Menkes Minta Konten Kreator Bikin Pola Makan Hidup Sehat Jadi FOMO Anak Muda untuk Tekan Penyakit

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengajak para kreator konten untuk menjadikan pola makan sehat sebagai tren yang memicu rasa fear of missing out (FOMO) di kalangan anak muda. (Istimewa) - Image

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengajak para kreator konten untuk menjadikan pola makan sehat sebagai tren yang memicu rasa fear of missing out (FOMO) di kalangan anak muda. (Istimewa)

JawaPos.com - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengajak para kreator konten untuk menjadikan pola makan sehat sebagai tren yang memicu rasa fear of missing out (FOMO) di kalangan anak muda. Langkah tersebut dinilai penting untuk mendorong perubahan gaya hidup masyarakat yang bisa menekan angka penyakit tidak menular di Indonesia.

Menurut Budi, penyakit seperti stroke, penyakit jantung, kanker, hingga gagal ginjal sangat dipengaruhi oleh gaya hidup, terutama pola makan dan kurangnya aktivitas fisik. Karena itu, media sosial dinilai memiliki peran besar dalam membentuk kebiasaan masyarakat, khususnya generasi muda.

"Mari kita ubah stigma masyarakat untuk membuat pola makan sehat ini menjadi sebuah tren yang memicu FOMO (Fear of Missing Out)," ujarnya, Kamis (9/7).

Ia menegaskan bahwa konten-konten makan di media sosial sudah seharusnya diisi dengan ajakan untuk hidup sehat. Sebab, media sosial seringkali menjadi sarana rujukan banyak orang, terutama anak muda.

"Jangan sampai tren makanan yang tidak sehat justru diadopsi secara luas karena dampaknya buruk bagi kesehatan masyarakat di usia produktif. Tolong bantu ubah perilaku makan masyarakat Indonesia menjadi lebih seimbang," pinta Budi.

Ajakan tersebut disampaikan bertepatan dengan peluncuran program Makan Dengan Makna, implementasi di Indonesia dari inisiatif global The Main Ingredient yang digagas TikTok. Program ini didukung Kementerian Kesehatan RI untuk mendorong masyarakat menerapkan pola makan sehat melalui inspirasi dari kreator, komunitas, dan pemanfaatan bahan pangan lokal.

Sebagai bagian dari inisiatif tersebut, TikTok juga menyalurkan donasi senilai USD 200.000 melalui Foodbank of Indonesia untuk membantu penyediaan lebih dari 80.000 makanan bergizi bagi masyarakat rentan di berbagai daerah.

Head of Public Policy TikTok Indonesia, Noudhy Valdryno, mengatakan pihaknya ingin memanfaatkan kekuatan platform untuk memperluas inspirasi hidup sehat yang mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

"Melalui Makan Dengan Makna, kami ingin memanfaatkan kekuatan penemuan (discovery) di TikTok untuk membantu masyarakat menemukan inspirasi hidup sehat yang mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Bersama para kreator, komunitas, Foodbank of Indonesia, dan dengan dukungan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, kami berharap semakin banyak masyarakat dapat menemukan cara-cara sederhana untuk memulai kebiasaan makan yang lebih sehat sekaligus semakin mengapresiasi kekayaan bahan pangan lokal Indonesia," kata Noudhy.

Peluncuran program ini didorong tingginya minat masyarakat terhadap konten makanan dan gaya hidup sehat di TikTok. Jutaan unggahan menggunakan tagar seperti #KulinerIndonesia, #HidupSehat, #MakananSehat, dan #CemilanSehat menunjukkan besarnya antusiasme masyarakat mencari inspirasi resep, ide memasak, hingga kebiasaan hidup sehat.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore