
Ilustrasi hari diabetes sedunia. (Pexels.com)
JawaPos.com – Diabetes masih menjadi salah satu tantangan kesehatan terbesar di Indonesia.
Selain jumlah penderitanya yang terus meningkat, pengelolaan penyakit kronis ini juga masih menghadapi berbagai kendala, mulai dari keterlambatan diagnosis, rendahnya kepatuhan terapi, hingga minimnya pendampingan perubahan gaya hidup secara berkelanjutan.
Berdasarkan International Diabetes Federation melalui IDF Diabetes Atlas 2025, Indonesia termasuk negara dengan jumlah penyandang diabetes terbesar di dunia.
Sekitar 90 persen kasus merupakan Diabetes Mellitus Tipe 2 (DMT2), yaitu penyakit metabolik yang sangat dipengaruhi pola makan, aktivitas fisik, serta faktor gaya hidup.
Sementara itu, data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menunjukkan prevalensi diabetes di Indonesia terus meningkat dalam satu dekade terakhir. Penyakit ini juga menjadi salah satu penyebab utama komplikasi serius seperti gagal ginjal, penyakit jantung, stroke, hingga amputasi apabila tidak ditangani secara optimal.
Kalangan tenaga kesehatan menilai penanganan diabetes perlu dilakukan secara lebih menyeluruh. Tidak hanya melalui pemberian obat, tetapi juga mencakup edukasi nutrisi, pemantauan kondisi pasien, serta perubahan gaya hidup dalam jangka panjang.
Pendekatan tersebut dilakukan oleh mGanik dengan pengembangan ekosistem penanganan diabetes yang mengintegrasikan layanan medikasi, nutrisi, dan monitoring dalam satu sistem pendampingan.
Dokter sekaligus penggagas ekosistem tersebut, dr. Kelvin Candiago, M.M., MARS., DABRM, mengatakan keberhasilan pengelolaan diabetes tidak hanya bergantung pada terapi medis.
"Dengan ekosistem yang terintegrasi, dari segi medikasi, nutrisi, hingga monitoring, kami percaya bahwa remisi diabetes bukan sesuatu yang mustahil," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima.

Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Artis Arie Nugroho dan Windy Wulandari Berduka Yogi Rahmat Meninggal Dunia
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
10 Besar Penjualan Mobil Juni 2026: BYD Comeback jadi Merek Tiongkok Terlaris Kalahkan Jaecoo
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Viral dr. Anggi Aprilyani Masuk Gereja, Tuai Tudingan Penistaan Agama
Gosip Perselingkuhan Lionel Messi Memanas, Sang Istri Tanggapi Rumor Skandal Suami dengan Jurnalis Argentina
