
Ilustrasi: Dokter menangani pasien tiroid di rumah sakit. (Istimewa)
JawaPos.com – Gangguan pada kelenjar tiroid menjadi salah satu masalah kesehatan yang cukup sering ditemukan, terutama dalam bentuk nodul atau benjolan di leher. Meski sebagian besar bersifat jinak, keberadaan nodul tetap dapat menimbulkan ketidaknyamanan, gangguan kosmetik, hingga kekhawatiran pasien terhadap risiko penyakit yang lebih serius.
Selama bertahun-tahun, operasi pengangkatan kelenjar tiroid atau thyroidectomy menjadi pilihan utama untuk menangani kondisi tersebut. Namun, perkembangan teknologi medis menghadirkan alternatif baru yang lebih minimal invasif, yakni Radiofrequency Ablation (RFA).
Metode ini menggunakan energi panas dari gelombang radiofrekuensi untuk menghancurkan jaringan nodul tanpa perlu mengangkat kelenjar tiroid secara keseluruhan. Dengan bantuan ultrasonografi (USG) secara real-time, dokter dapat menargetkan jaringan yang bermasalah secara lebih presisi.
Baca Juga:Jaga Metabolisme hingga Suhu Tubuh, Inilah 9 Nutrisi Esensial yang Mendukung Fungsi Tiroid
Tren penggunaan prosedur minimal invasif sendiri terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Selain dinilai efektif, metode semacam ini umumnya menawarkan masa pemulihan yang lebih singkat dibanding operasi konvensional.
Pada operasi tiroid terbuka, pasien biasanya memerlukan sayatan di bagian depan leher, anestesi umum, serta waktu pemulihan yang lebih panjang. Bekas luka pascaoperasi juga menjadi pertimbangan bagi sebagian pasien.
Sebaliknya, RFA hanya memerlukan tusukan kecil pada kulit dan dilakukan dengan anestesi lokal. Prosedur biasanya berlangsung sekitar 30 hingga 60 menit, tergantung ukuran dan karakteristik nodul yang ditangani.
Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa tidak semua pasien dapat menjalani tindakan ini.
Sebelum menentukan terapi, pasien tetap harus menjalani serangkaian pemeriksaan, mulai dari USG, evaluasi hormon tiroid, hingga Fine Needle Aspiration Cytology (FNAC) atau biopsi untuk memastikan bahwa nodul yang ditemukan bersifat jinak.
Menurut berbagai panduan medis internasional, RFA umumnya direkomendasikan bagi pasien dengan nodul tiroid jinak yang menyebabkan gangguan kosmetik, rasa tidak nyaman di leher, atau kista tiroid tertentu.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Espanyol vs Sevilla di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Alaves vs Osasuna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang di Mendizorrotza
Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Parma vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Malaga vs Levante: Laga Sengit yang Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Cagliari vs Lecce di Liga Italia: Duel Ketat di Sardinia Bisa Berakhir Imbang
Prediksi Skor Java United FC vs Garudayaksa: Laskar Kepodang Emas Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Heerenveen vs AZ Alkmaar di Liga Belanda: Kans De Kaasboeren Pesta Gol!
Dr. Iwan Aflanie, Pakar Forensik Indonesia untuk ULM yang Lebih Maju
