
Kebiasaan pagi hari./ Freepik
JawaPos.com – Psikologi dan neurosains membuktikan bahwa kebiasaan pagi yang dilakukan dalam 60 hingga 90 menit pertama setelah bangun tidur sangat menentukan fungsi otak sepanjang hari.
Banyak orang tanpa sadar merusak otak mereka sendiri sebelum jam sembilan pagi melalui kebiasaan-kebiasaan yang tampak sepele namun dampaknya sangat nyata.
Memahami apa yang sebenarnya terjadi di otak saat pagi hari dapat membantu seseorang menghentikan kebiasaan yang justru menyabotase suasana hati dan konsentrasi mereka.
Dilansir dari laman YourTango pada Senin (8/6), berikut lima kebiasaan pagi yang perlu segera dihentikan karena terbukti merusak fungsi otak berdasarkan sudut pandang psikologi dan neurosains modern.
1. Langsung mengecek ponsel begitu bangun tidur
Dalam 30 hingga 45 menit pertama setelah bangun, terjadi lonjakan kortisol alami yang disebut Cortisol Awakening Response untuk mempersiapkan tubuh menghadapi hari.
Langsung memeriksa media sosial, pesan kerja, atau berita di ponsel memperkenalkan pemicu stres pada jendela sensitif ini dan mengganggu sistem persiapan alami otak.
Menunggu setidaknya 45 menit sebelum menyentuh ponsel adalah langkah sederhana namun sangat efektif untuk membiarkan respons kortisol alami berkembang secara optimal.
2. Tidak mendapatkan paparan cahaya matahari pagi
Cahaya yang masuk ke mata di pagi hari merangsang area otak bernama suprachiasmatic nucleus yang berfungsi sebagai pengatur jam biologis seluruh tubuh.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022