
Ilustrasi cedera saat olahraga. (Freepik)
JawaPos.com – Gaya hidup aktif bergerak memang gencar dilakukan masyarakat untuk tubuh dan mental yang lebih sehat. Salah satunya dengan olahraga yang sering kali dilakukan secara mandiri tanpa pendampingan orang terlatih. Namun, ketika olahraga resiko cedera bisa saja muncul.
Sayangnya, meski melakukan olahraga dengan gerakan yang mudah, tapi tidak banyak orang yang tahu tentang potensi cedera dan bagaimana cara menanganinya.
Diungkapkan dr. Antonius Andi Kurniawan atau DokAndi, selama bertahun-tahun, hanya atlet terbaik Indonesia mendapat akses ke science based training, injury prevention, dan recovery protocols. Namun, jutaan orang Indonesia yang ingin mulai hidup aktif, tidak pernah diajarkan cara berlatih atau mengelola cedera dengan benar.
“Mulai dari ibu rumah tangga, pekerja kantoran dengan keluhan fisik, lansia, hingga pelari amatir, mereka tidak tahu hal itu (cara mengelola cedera, Red),” ujar DokAndi, yang juga spesialis kedokteran olahraga dengan pengalaman lebih dari 20 tahun baru-baru ini.
Berangkat dari hal itu, platform digital ResepGerak.ID resmi. Didukung oleh Eminence Sports Medicine Centre, platform ini hadir memberikan pengetahuan kedokteran olahraga yang selama ini kerap terbatas di ruang konsultasi atau jurnal ilmiah berbahasa asing.
“Dikembangkan untuk menjembatani kesenjangan,” sambungnya.
Berisi informasi medis dalam Bahasa Indonesia, isinya praktis, mudah dipahami, dan dapat langsung diterapkan oleh masyarakat luas. Mulai dari individu dengan kondisi medis seperti hipertensi dan diabetes, keluhan muskuloskeletal, hingga mereka yang membutuhkan program kebugaran yang aman dan terukur.
Isinya misalnya tentang pemulihan cedera, program pencegahan cedera, panduan latihan untuk 12 cabang olahraga, resep gerak untuk 10 kondisi medis kronis, serta body map interaktif untuk 12 zona tubuh. Bahkan platform ini juga dilengkapi dengan video tutorial latihan yang dapat dipraktikkan dengan mudah.
Platform ini dibangun di atas tiga pilar utama yakni pengetahuan berbasis bukti ilmiah peer-reviewed, aksesibilitas bahasa Indonesia, dan aplikabilitas nyata dengan panduan yang dapat langsung dipraktikkan. Sehingga, bukan tidak mungkin masa depan Indonesia di mana ilmu kedokteran olahraga menjadi milik bersama, sehingga setiap orang memiliki akses ke resep gerak yang benar dan bisa bergerak dengan penuh pemahaman, bukan ketakutan.
Sementara itu, dr. Muh Ikhwan Zein, Sp.K.O., Subsp. A.L.K.(K).,Ph.D., Ketua Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga (PDSKO),mengungkapkan, platform ini sebenarnya sejalan dengan misi PDSKO. Yakni meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia melalui pengetahuan gerak yang berbasis bukti ilmiah.

Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Analisis Prediksi Bursa Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Albiceleste Sudah Teruji hingga 120 Menit
Sesi Foto Bersama di Pemakaman Komedian Temon Terbelah Jadi 2 Kubu
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Kompak Turun, Berikut Daftar Harga Terbaru BBM Pertamina hingga Shell
Vicky Prasetyo Menunggu Detak Jantung Janin Sebelum Nikahi Fangfang Secara Siri
Daftar Pemain Cedera Prancis vs Spanyol di Piala Dunia 2026: Les Bleus Terancam Krisis Lini Tengah!
MA Kekurangan 1.600 Hakim, Lulusan Fakultas Hukum Ditawari Gaji Rp 50 Juta Per Bulan
Prediksi Skor Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: Lionel Messi Cs Dijagokan Singkirkan Three Lions dan Lolos ke Final
