
Penjelasan dr. Arif Winata terkait kanker payudara. (Istimewa)
JawaPos.com - Kesadaran deteksi dini kanker payudara kini semakin banyak didorong, pasalnya penyakit ini tidak selalu menunjukkan gejala yang langsung terasa. Dalam banyak kasus, perubahan dapat muncul secara perlahan dan baru disadari ketika kondisinya sudah berkembang lebih jauh.
Menurut Dokter Spesialis Bedah Konsultan Onkologi RS EMC Grha Kedoya, dr. Arif Winata, kesadaran untuk melakukan deteksi dini kanker payudara sangat penting. Berdasar American Cancer Society, peluang sembuh dan tingkat kelangsungan hidup akan jauh lebih tinggi sampai 99 persen apabila kanker ditemukan saat masih berupa benjolan kecil dan belum memasuki stadium lanjut.
Sebaliknya, jika terlambat terdeteksi dan sudah masuk stadium lanjut, penanganan menjadi lebih kompleks, proses pengobatan lebih panjang, dan biaya yang dibutuhkan juga jauh lebih besar.
Baca Juga:Tes Urine 50 Vaper di Bekasi Negatif Narkoba, Komunitas Vape Tegaskan Dukung Perang Melawan NAPZA
”Kita perlu memahami, bahwa biaya pengobatan kanker tidak kecil, sehingga langkah promotif, preventif, dan deteksi dini menjadi kunci utama," kata Arif Winata dalam acara Prudential Indonesia melalui PRULady, Kamis (21/5).
Berdasar data GLOBOCAN 2022, kanker payudara merupakan kanker dengan kasus baru tertinggi pada perempuan di Indonesia. Yakni sekitar 66 ribu kasus atau lebih dari 30 persen dari total kasus kanker pada perempuan.
Selain itu berdasar temuan survei berjudul Studi Prudential - Suara Pasien Indonesia yang dilakukan bekerja sama dengan Economist Impact, di mana 9 dari 10 responden mengaku menunda perawatan, dan hampir setengahnya menyatakan mereka berulang kali menunda pengobatan. Hal ini menyebabkan banyak pasien kanker baru terdeteksi di stadium lanjut.
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap Rencana Aksi Nasional (RAN) Kanker Payudara 2025-2034 dari Kementerian Kesehatan yang berfokus pada deteksi dini dan jaminan pengobatan tuntas, PRULady hadir sebagai produk perlindungan jiwa tradisional yang memberikan manfaat proteksi jangka waktu tertentu terhadap risiko kanker payudara dengan premi terjangkau mulai dari Rp 300 ribuan per bulan.
Vice President Director Prudential Indonesia Vikas Sinha mengatakan, melalui PRULady, pihaknya memperkuat komitmen untuk hadir di setiap tahap kehidupan Nasabah. Produk asuransi ini menawarkan perlindungan optimal dengan Uang Pertanggungan hingga 140 persen.
Hadir sebagai mitra tepercaya perempuan Indonesia, PRULady memberikan 25 persen manfaat kondisi kritis pada tahap awal, dimulai sejak Nasabah melakukan pemeriksaan dan terdiagnosa. Tak hanya itu, Nasabah juga akan kembali mendapatkan manfaat 100 persen uang pertanggungan apabila terdiagnosa kondisi kritis tahap akhir.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Herri Pras Akhirnya Minta Maaf Usai Digeruduk Petarung MMA karena Hina UAH dan UAS
Netty Pergi, Jenderal Ditangkap: Ketika Riset Doktoral Membaca Kerusakan Polri dari Dalam
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Blunder Berujung Gol, Fitrah Maulana Ungkap Perasaannya Usai Persib Menang
Prediksi Skor Madura United vs Arema FC: Pertarungan Seru Ze Gomes dan Andre Caldas
Prediksi Skor PSIM vs Dewa United di BRI Super League: Laskar Mataram Berpeluang Beri Kejutan!
Prediksi Skor Toulouse vs Strasbourg: Les Violets Berusaha Akhiri Paceklik Gol di Kandang
Prediksi Skor Cagliari vs Frosinone: Canarini Bidik Akhiri Kutukan 13 Tahun
Prediksi Skor PSIM Yogyakarta vs Dewa United: Banten Warriors Curi Kemenangan di Sultan Agung
Kamera Pengintai Identifikasi 19 Macan Tutul Jawa Beserta Rantai Makanannya di TNBTS

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022