Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 20 Mei 2026 | 19.52 WIB

Dokter Sebut Konsumsi Kambing Tak Otomatis Buat Hipertensi, tapi Penyertanya Perlu Diwaspadai

Ilustrasi daging kambing. (Dok Jawa Pos) - Image

Ilustrasi daging kambing. (Dok Jawa Pos)

JawaPos.com – Konsumsi daging kambing tidak otomatis menyebabkan hipertensi pada semua orang. Isu ini sering menjadi pertanyaan jelang Idul Adha karena pemotongan hewan kurban. Namun, cara pengolahan hingga makanan pendamping yang dikonsumsi bersama daging kambing justru dinilai lebih berisiko memicu kenaikan tekanan darah.

Dr. dr. Jajang Sinardja, Sp.JP(K), Consultant Cardiologist sekaligus Interventional Cardiologist Heartology Cardiovascular Hospital mengatakan, anggapan bahwa daging kambing selalu menyebabkan hipertensi merupakan mitos yang perlu diluruskan.

Menurutnya, yang lebih berpengaruh adalah pola masak, frekuensi konsumsi, serta porsi makan seseorang.

Daging kambing sendiri tidak otomatis menyebabkan tekanan darah naik pada semua orang. Sebagian memang ada yang sangat sensitif, misalnya terhadap garam atau jenis makanan tertentu, tetapi pada umumnya tidak serta-merta langsung naik,” ujar Jajang saat dihubungi JawaPos.com, Rabu (20/5).

Ia menjelaskan, konsumsi kambing sering kali disertai makanan tinggi garam dan lemak seperti kuah santan kental, jeroan, maupun olahan dengan bumbu asin yang berlebihan. Kombinasi tersebut yang lebih sering memicu masalah kesehatan.

“Sering kali orang-orang kalau konsumsi kambing dikonsumsi dengan asin, garamnya tinggi, santannya, jeroannya, kuah kental, atau porsinya berlebihan. Frekuensinya banyak. Nah, kombinasi inilah yang sering bermasalah,” katanya.

Karena itu, penderita hipertensi tidak harus sepenuhnya menghindari daging kambing, tetapi perlu memperhatikan jumlah konsumsi, cara pengolahan, dan kondisi kesehatannya masing-masing.

“Jadi bukan tidak boleh sama sekali kalau hipertensi, tetapi penting perhatikan jumlahnya, cara masaknya, frekuensinya, dan kondisi kesehatan si orang tersebut,” tambahnya.

Penyebab Umum Hipertensi

Dalam kesempatan yang sama, Jajang menilai meningkatnya kasus hipertensi saat ini lebih banyak dipicu pola hidup modern yang tidak sehat.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore