
Seseorang menggunakan mobile JKN. (ist)
Banyuwangi – Kehadiran Aplikasi Mobile JKN menjadi wujud transformasi digital BPJS Kesehatan dalam meningkatkan kemudahan akses layanan bagi peserta. Melalui aplikasi ini, berbagai kebutuhan administrasi dan layanan kesehatan dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dapat diakses dengan mudah, cepat, dan setara.
Hal ini dirasakan langsung oleh Dian Patriawan (69), peserta JKN segmen Penerima Pensiun Swasta asal Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi. Dian merasa terbantu dengan kemudahan yang ditawarkan aplikasi Mobile JKN, terutama dalam proses perubahan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).
“Saya baru saja pindah domisili dari Kabupaten Situbondo ke Kabupaten Banyuwangi. Mengingat kondisi kesehatan yang rentan di usia saya saat ini, saya pun berinisiatif memindahkan FKTP ke wilayah Banyuwangi sebagai langkah antisipasi,” ungkap Dian, Jumat (24/04).
Baca Juga: Mewaspadai Penyakit Zoonosis yang Bisa Sebabkan Wabah, Mulai dari Malaria Hingga Hantavirus
Awalnya, Dian mengira proses perubahan fasilitas kesehatan akan memakan waktu lama dan memerlukan prosedur administrasi yang cukup rumit, seperti harus datang ke kantor serta membawa berbagai berkas. Namun, ia mengaku kini cukup mengunduh aplikasi Mobile JKN melalui Play Store.
“Pendaftaran Aplikasi Mobile JKN cukup menggunakan NIK. Selanjutnya, saya hanya perlu memilih menu Perubahan Data Peserta dan melanjutkan ke opsi Ubah FKTP. Sistem kemudian menampilkan daftar FKTP sesuai dengan wilayah yang saya pilih. Dari situ, saya bisa menentukan FKTP yang diinginkan dan langsung menyimpan perubahan tersebut,” imbuhnya.
Dian menjelaskan bahwa perubahan FKTP yang dilakukannya akan mulai berlaku pada tanggal 1 bulan berikutnya. Selama masa tersebut, ia tetap dapat mengakses layanan di faskes sebelumnya.
Tidak hanya itu, Dian juga mengetahui bahwa Program JKN memiliki prinsip portabilitas, yang memungkinkan peserta tetap dapat mengakses layanan kesehatan di luar daerah tempat faskes terdaftar. Hal ini menurutnya sangat membantu, terutama ketika sedang berada di luar kota.
“Apabila sedang di luar kota, tetap bisa berobat tanpa harus pindah faskes, dengan ketentuan yang berlaku. Ini sangat memudahkan, apalagi saya masih sesekali harus ke Kabupaten Situbondo,” ujar Dian.
Selain fitur pindah FKTP, Dian juga memanfaatkan fitur lain di Mobile JKN, seperti pendaftaran antrean online. Ia menjelaskan bahwa fitur ini memungkinkannya memilih tanggal dan mengikuti jadwal dokter tanpa harus datang pagi-pagi untuk mengambil nomor antrean.
“Sekarang lebih mudah, tidak perlu antre lama dan datang pagi untuk ambil nomor antrean. Saya bisa mendaftar dari rumah, memilih hari, poli, serta dokter yang diinginkan,” tambahnya.

Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Analisis Prediksi Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Kans Besar Three Lions Lolos ke Semifinal!
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
Tak Singgung Pengunduran Diri, Ini 6 Poin Pernyataan Jampidsus Febrie Adriansyah Usai Rumahnya Digeledah Polisi
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: Tembok Tebal La Roja Bakal Sulitkan Setan Merah!
Rekor 12 Pertemuan Norwegia vs Inggris: Three Lions Superior, Mampukah Erling Haaland Cs Mematahkan Dominasi?
Sepak Bola Indonesia Berduka, Tokoh Suporter Persebaya Surabaya Andie Peci Meninggal Dunia
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
