Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 16 Mei 2026 | 04.35 WIB

Waspada Hantavirus, Pakar UNAIR Ungkap Cara Penularan dari Tikus yang Jarang Disadari

Pakar Mikrobiologi Klinik Universitas Airlangga, Agung Dwi Wahyu. (Humas Unair) - Image

Pakar Mikrobiologi Klinik Universitas Airlangga, Agung Dwi Wahyu. (Humas Unair)

JawaPos.com - Hantavirus tengah menjadi perhatian serius dalam dunia kesehatan global. Pakar Mikrobiologi Klinik Universitas Airlangga, Agung Dwi Wahyu menjelaskan virus ini  ditularkan melalui hewan pengerat seperti tikus.

Penularan terjadi saat manusia menghirup aerosol dari urin, feses, atau saliva tikus terinfeksi. Kondisi ini kerap tidak disadari karena virus dapat menyebar melalui debu di lingkungan tercemar.

"Hantavirus ini virus RNA yang ditularkan melalui hewan pengerat seperti tikus liar. Penularan utama pada manusia terjadi melalui inhalasi aerosol dari urin, feses, atau saliva tikus yang terinfeksi," ujarnya, Jumat (15/5).

Hantavirus dapat menimbulkan 2 penyakit berbahaya, yaitu Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yang menyerang ginjal disertai demam berdarah, serta Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) yang mengganggu pernapasan dan berisiko kematian tinggi.

“Meskipun penularan antarmanusia sangat jarang terjadi, kewaspadaan tetap harus ditingkatkan. Terutama dalam menjaga kebersihan lingkungan dari sarang tikus,” sambungnya.

Agung menegaskan bahwa pencegahan Hantavirus harus dilakukan dengan pengendalian rodensia secara ketat. Upaya ini penting untuk menekan risiko penularan virus yang berasal dari tikus di lingkungan sekitar.

"Masyarakat diimbau untuk tidak panik namun tetap waspada dengan menjaga kebersihan rumah. Segera periksa ke fasyankes jika mengalami gejala demam tinggi, apalagi ada riwayat kontak dengan area yang banyak terdapat aktivitas tikus," ujar Agus.

Langkah pencegahan meliputi inspeksi rutin dengan menutup akses masuk tikus ke rumah maupun fasilitas kesehatan. Cara ini membantu mengurangi kemungkinan hewan pengerat bersarang di area manusia.

Disinfeksi lingkungan juga menjadi langkah penting. Area berisiko perlu dibersihkan menggunakan klorin 0,1 persen atau desinfektan standar rumah sakit untuk memastikan kuman dan virus dapat diminimalkan.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore