
Pakar Mikrobiologi Klinik Universitas Airlangga, Agung Dwi Wahyu. (Humas Unair)
JawaPos.com - Hantavirus tengah menjadi perhatian serius dalam dunia kesehatan global. Pakar Mikrobiologi Klinik Universitas Airlangga, Agung Dwi Wahyu menjelaskan virus ini ditularkan melalui hewan pengerat seperti tikus.
Penularan terjadi saat manusia menghirup aerosol dari urin, feses, atau saliva tikus terinfeksi. Kondisi ini kerap tidak disadari karena virus dapat menyebar melalui debu di lingkungan tercemar.
"Hantavirus ini virus RNA yang ditularkan melalui hewan pengerat seperti tikus liar. Penularan utama pada manusia terjadi melalui inhalasi aerosol dari urin, feses, atau saliva tikus yang terinfeksi," ujarnya, Jumat (15/5).
Hantavirus dapat menimbulkan 2 penyakit berbahaya, yaitu Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yang menyerang ginjal disertai demam berdarah, serta Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) yang mengganggu pernapasan dan berisiko kematian tinggi.
“Meskipun penularan antarmanusia sangat jarang terjadi, kewaspadaan tetap harus ditingkatkan. Terutama dalam menjaga kebersihan lingkungan dari sarang tikus,” sambungnya.
Agung menegaskan bahwa pencegahan Hantavirus harus dilakukan dengan pengendalian rodensia secara ketat. Upaya ini penting untuk menekan risiko penularan virus yang berasal dari tikus di lingkungan sekitar.
"Masyarakat diimbau untuk tidak panik namun tetap waspada dengan menjaga kebersihan rumah. Segera periksa ke fasyankes jika mengalami gejala demam tinggi, apalagi ada riwayat kontak dengan area yang banyak terdapat aktivitas tikus," ujar Agus.
Langkah pencegahan meliputi inspeksi rutin dengan menutup akses masuk tikus ke rumah maupun fasilitas kesehatan. Cara ini membantu mengurangi kemungkinan hewan pengerat bersarang di area manusia.
Disinfeksi lingkungan juga menjadi langkah penting. Area berisiko perlu dibersihkan menggunakan klorin 0,1 persen atau desinfektan standar rumah sakit untuk memastikan kuman dan virus dapat diminimalkan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Susunan Pemain Atletico Madrid vs Bayern Munchen: Alex Baena Ingin Tim Tamu Kesulitan
Prediksi Galatasaray vs Stuttgart: Tuan Rumah Punya Modal Bagus,tetapi Tim Tamu Siap Beri Perlawanan
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022