Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 14 Mei 2026 | 22.23 WIB

Waspada Malaria Knowlesi, Penyakit Menular dari Monyet ke Manusia karena Deforestasi

Ilustrasi KLB Malaria. (Antara) - Image

Ilustrasi KLB Malaria. (Antara)

JawaPos.com – Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai malaria knowlesi, penyakit zoonotik yang dapat menular dari monyet ke manusia melalui gigitan nyamuk. Kini, penyakit itu risikonya meningkat akibat deforestasi serta alih fungsi lahan.

Dokter dari Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik IDAI, dr. Inke Nadia Diniyanti Lubis menjelaskan bahwa malaria knowlesi merupakan penyakit zoonosis atau penyakit yang ditularkan dari hewan ke manusia.

Penyakit ini disebabkan oleh parasit Plasmodium knowlesi yang umumnya menginfeksi monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) dan monyet beruk (Macaca nemestrina).

Malaria knowlesi itu ialah malaria zoonotit. Jadi penyakit yang ditularkan dari hewan ke manusia,” ujar Dr Inke dalam pemaparannya kepada wartawan, Kamis (14/5).

Malaria Knowlesi Jadi Jenis Kelima Malaria pada Manusia

Ia menjelaskan, selama ini terdapat empat jenis malaria yang umum diketahui menular antarmanusia, yakni malaria falsiparum, vivax, ovale, dan malariae. Sementara malaria knowlesi disebut sebagai jenis kelima yang kini semakin mendapat perhatian.

Berbeda dengan malaria biasa yang menular dari manusia ke manusia melalui nyamuk, malaria knowlesi melibatkan monyet sebagai reservoir utama.

Penularannya terjadi ketika nyamuk Anopheles kelompok leucosphyrus menggigit monyet yang terinfeksi, lalu menggigit manusia.

Nyamuk tersebut umumnya aktif sejak senja hingga fajar dan banyak ditemukan di wilayah pinggiran hutan. Karena itu, risiko penularan meningkat pada masyarakat yang beraktivitas di kawasan hutan maupun area yang berbatasan langsung dengan habitat satwa liar.

“Untuk terjadinya penularan malaria knowlesi sangat tergantung dari tiga hal, yaitu harus ada monyet pembawa parasit, ada nyamuk jenis tertentu, dan ada manusia,” jelasnya.

Manusia Bisa Tertular Tanpa Kontak Langsung dengan Monyet

Menurut dr. Inke, masyarakat sebenarnya tidak harus kontak langsung dengan monyet untuk tertular. Dalam banyak kasus, nyamuk menjadi penghubung antara habitat monyet di hutan dengan aktivitas manusia di perkebunan, lahan pertanian, hingga desa.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore