Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 14 Mei 2026 | 02.12 WIB

Vaginismus Bukan hanya soal Tak Rileks saat Berhubungan, Kenali Faktanya

Ilustrasi Wanita yang mengalami vaginismus. Vaginismus merupakan penyakit medis, bukan sekadar karena perempuan tidak rileks atau tidak mau berhubungan intim. (ANTARA/Shutterstock/mi_viri) - Image

Ilustrasi Wanita yang mengalami vaginismus. Vaginismus merupakan penyakit medis, bukan sekadar karena perempuan tidak rileks atau tidak mau berhubungan intim. (ANTARA/Shutterstock/mi_viri)

JawaPos.com – Penderita vaginismus masih kerap disalahkan ketika tidak bisa melakukan hubungan seksual dengan pasangan. Padahal, kondisi tersebut merupakan penyakit medis, bukan sekadar karena perempuan tidak rileks atau tidak mau berhubungan intim.

Dokter yang secara komprehensif menangani vaginismus, dr. Robbi Asri Wicaksono, SpOG, menegaskan anggapan bahwa penderita vaginismus tidak bisa berhubungan seksual karena faktor psikologis semata merupakan kekeliruan yang harus dikoreksi.

“Di luar sana banyak sekali kekeliruan-kekeliruan yang menyatakan bahwa, ‘Oh ini mah karena si perempuannya aja enggak bisa rileks atau enggak mau berhubungan seks atau bahkan tidak mau melayani suami’. Itu adalah sebuah kesalahan," ujar dr. Robbi saat dihubungi JawaPos.com, Rabu (13/5).

Menurutnya, dampak dari cara pandang tersebut sangat besar terhadap kondisi mental pasien karena mereka justru menjadi pihak yang disalahkan saat mengalami penyakit.

“Bayangkan dia mengalami sebuah penyakit tetapi respons orang di sekitarnya itu adalah malah menyalahkan yang bersangkutan. Itu kan sangat-sangat tidak pantas, tidak manusiawi, dan tidak empati,” katanya.

Vaginismus Masuk Klasifikasi Penyakit WHO

dr. Robbi menjelaskan vaginismus merupakan penyakit yang telah masuk klasifikasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dengan kode N94.2.

“Vaginismus itu adalah sebuah penyakit, Kang. Jadi dia bukanlah istilah populer di masyarakat, tetapi memang istilah penyakit,” ujarnya.

Ia menjelaskan, vaginismus merupakan kondisi kekakuan otot pada vagina yang tidak bisa dikendalikan secara sukarela oleh pasien.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore