Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 13 Mei 2026 | 03.06 WIB

Ketergantungan Impor Farmasi Masih Tinggi, BPOM Dorong Penguatan Industri Ekstrak Bahan Alam

BPOM dorong penguatan industri ekstrak bahan alam di Indonesia untuk kurangi ketergantungan impor farmasi hingga 85 persen. - Image

BPOM dorong penguatan industri ekstrak bahan alam di Indonesia untuk kurangi ketergantungan impor farmasi hingga 85 persen.

JawaPos.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menilai bertambahnya industri ekstrak bahan alam di Indonesia dapat memperkuat ketahanan dan kemandirian bahan baku farmasi nasional di tengah tingginya ketergantungan impor.

Seperti diketahui, angka impor bahan baku farmasi masih berada di angka yang sangat tinggi dengan 80-85 persen yang dominan berasal dari Tiongkok dan India.

Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik BPOM RI, Mohamad Kashuri mengatakan kehadiran pabrik Klapanunggal dari PT Phytochemindo Reksa di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menambah jumlah industri ekstrak bahan alam di dalam negeri.

“Dengan bertambahnya satu industri ekstrak bahan alam ini tentu ini menambah jumlah industri ekstrak bahan alam secara nasional ya. Kita bertambah satu lagi dari 18 menjadi 19 tentunya ini mendukung ketahanan nasional dalam hal kemandirian bahan baku,” kata Kashuri di Bogor, Selasa (12/5).

Menurut dia, Indonesia perlu memperkuat produksi bahan baku sendiri karena selama ini industri farmasi masih bergantung pada impor, sementara sumber daya alam di dalam negeri sangat melimpah.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore