
Tren regenerative medicine atau terapi stem cell di Indonesia terus menunjukkan perkembangan pesat. (Istimewa)
JawaPos.com - Tren regenerative medicine atau terapi stem cell di Indonesia terus menunjukkan perkembangan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Jika sebelumnya layanan kesehatan premium identik dilakukan di luar negeri, kini semakin banyak tokoh nasional memilih menjalani terapi stem cell di dalam negeri, khususnya di Jakarta.
Fenomena tersebut dinilai menjadi indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap teknologi kesehatan dan layanan regenerative medicine Indonesia yang kini mampu bersaing dengan berbagai negara maju seperti Jerman, Swiss, hingga Amerika Serikat.
Salah satu nama yang menjadi sorotan dalam perkembangan industri ini adalah Deby Vinski. Ia dikenal sebagai pakar stem cell dan regenerative medicine asal Indonesia yang juga menjabat sebagai Presiden World Council of Stem Cell.
Melalui pusat layanan kesehatan modern bernama Vinski Tower, Prof Deby menghadirkan berbagai fasilitas berbasis regenerative medicine, mulai dari laboratorium stem cell, bank stem cell, hingga layanan anti-aging terpadu.
Stem cell sendiri merupakan metode terapi berbasis sel punca yang dikembangkan untuk membantu regenerasi jaringan tubuh, menjaga vitalitas, serta mendukung konsep healthy aging atau penuaan sehat.
Sejumlah tokoh nasional disebut mempercayakan layanan regenerative medicine kepada Prof Deby Vinski. Di antaranya Jusuf Kalla, Mahfud MD, Surya Paloh, Guruh Soekarnoputra, hingga Fadel Muhammad.
Tak hanya fokus pada layanan kesehatan, Prof Deby bersama Guruh Soekarnoputra juga mendirikan Club 300, sebuah wadah diskusi futuristik mengenai masa depan kesehatan manusia.
Nama Club 300 merepresentasikan visi hidup hingga usia 300 tahun melalui pendekatan ilmiah modern dan teknologi kesehatan berbasis stem cell. Dalam forum tersebut, Prof Deby turut memperkenalkan program Stemcell by Deby Vinski yang berfokus pada terapi sel punca untuk peremajaan sel, pencegahan penyakit degeneratif, serta peningkatan kualitas hidup di usia lanjut.
Pengamat kesehatan menilai perkembangan ini menunjukkan semakin kuatnya kepercayaan terhadap kemampuan ilmuwan dan tenaga medis Indonesia dalam menghadirkan layanan kesehatan berstandar global.
Di sisi lain, perkembangan regenerative medicine juga dinilai membuka peluang besar bagi pertumbuhan medical tourism serta industri bioteknologi nasional di masa depan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Susunan Pemain Atletico Madrid vs Bayern Munchen: Alex Baena Ingin Tim Tamu Kesulitan
Prediksi Galatasaray vs Stuttgart: Tuan Rumah Punya Modal Bagus,tetapi Tim Tamu Siap Beri Perlawanan
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022