
Ilustrasi seseorang terkena virus Influenza. (Istimewa)
JawaPos.com – Influenza menjadi salah satu penyakit menular di Indonesia yang terus menjadi ancaman kesehatan. Bahkan influenza bisa berdampak serius, dengan angka perkiraan 290.000 hingga 650.000 kematian setiap tahunnya di seluruh dunia, termasuk Indonesia
Di Indonesia sendiri, yang merupakan negara tropis, influenza masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang perlu diantisipasi secara berkelanjutan. Terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.
Untuk itu, pemberian vaksin tahunan pun sangat dianjurkan guna melindungi masyarakat dari risiko infeksi dan komplikasi. Lantas, kenapa harus diberikan vaksin influenza trivalent bukan quadrivalent?
Diungkapkan Prof. Dr. dr. Soedjatmiko, Sp.A(K), M.Si., selaku Satgas Imunisasi IDAI, awalnya vaksin quadrivalent dikembangkan untuk melindungi dari dua galur virus flu jenis A yaitu H1N1 dan H3N2 serta dua galur virus flu jenis B yaitu Victoria dan Yamagata. Namun, sejak tahun 2020, virus B/Yamagata tidak ditemukan lagi di seluruh dunia.
Baginya, perubahan rekomendasi WHO ini mencerminkan dinamika epidemiologi influenza global yang perlu direspons secara ilmiah dan adaptif. “Oleh karena itu, pada 2023, WHO menilai bahwa keberadaan komponen virus B/Yamagata dalam vaksin tidak diperlukan lagi,” ujar Prof. Soedjatmiko dalam diskusi media baru-baru ini di Jakarta.
Profil Vaksin Trivalent
Dengan perubahan komponen virus, maka vaksin influenza pun berubah. Sejumlah studi menunjukkan, vaksin influenza trivalent memiliki profil imunogenisitas, efektivitas, dan keamanan yang sebanding dengan vaksin quadrivalent.
Prof. Soedjatmiko menerahgkan, efektivitas vaksin ditentukan oleh kesesuaian antigen dengan virus yang beredar. Sehingga, vaksin influenza trivalent tetap memberikan perlindungan optimal terhadap ancaman influenza.
“Transisi dari QIV ke TIV bukanlah bentuk pengurangan perlindungan, melainkan optimalisasi vaksin sesuai dengan bukti ilmiah terbaru,” tukasnya.
Penularan Influenza pada Anak-anak

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
