Logo JawaPos
Author avatar - Image
24 Maret 2026, 04.22 WIB

Mengenal Sindrom Guillain-Barre: Penyakit Langka pada Saraf Tepi yang Mengakibatkan Kesemutan hingga Mati Rasa

Ilustrasi wanita sedang melakukan terapi fisik dengan bantuan dokter (Pexels) - Image

Ilustrasi wanita sedang melakukan terapi fisik dengan bantuan dokter (Pexels)

JawaPos.com - Semua orang bisa menderita berbagai penyakit, karena sehat itu bukanlah hal yang semudah itu didapatkan. Orang-orang dapat mengalami penyakit kronis atau akut yang umum terjadi namun mudah ditangani, dan ada juga mereka yang menderita penyakit langka dengan peluang sembuh sangat kecil. 

Saraf memiliki tugas penting bagi tubuh. Melalui merekalah kita dapat menggunakan indra, menggerakkan tubuh, membantu otak berpikir dan mengontrol organ-organ kita. Namun apa jadinya jika mereka tidak dapat bekerja dengan baik. 

Dilansir dari Halodoc, Sindrom Guillain-Barre (GBD) adalah penyakit saraf yang sangat langka dan menyerang sistem saraf tepi kita, atau sistem saraf di luar otak dan sumsum tulang belakang. 

Penyakit ini dapat terjadi pada siapa saja. Ia tidak memandang usia, kelamin, dan latar belakang lainnya. Diperkirakan GBS terjadi pada 100.000 orang setiap tahunnya. 

Gejala

Dilansir dari Mayo Clinic, GBS sering terjadi pada awalnya dengan kaki terasa kesemutan dan melemah. Hal tersebut kemudian perlahan-lahan menyebar ke ke tubuh bagian atas pula. 

Para penderita seringkali baru menyadari bahwa mereka sakit ketika gejala terjadi di bagian lengan dan wajah. Seiring berjalannya waktu, penyakit ini dapat membuat penderitanya mati rasa dan cacat. 

Gejala-gejala yang terjadi bisa seperti:

  1. Kesemutan pada jari kaki, pergelangan kaki dan tangan. 
  2. Lemas di kaki yang menyebar ke tubuh bagian atas.
  3. Tidak dapat berjalan dengan seimbang dan kesulitan untuk menaiki tangga. 
  4. Kesulitan mengendalikan gerakan wajah, seperti berbicara, mengunyah dan menelan.
  5. Penglihatan mendua hingga kesulitan untuk menggerakan mata. 
  6. Rasa nyeri hebat pada malam hari.
  7. Kesulitan mengontrol kandung kemih. 
  8. Detak jantung cepat. 
  9. Tekanan darah tinggi atau rendah.
  10. Kesulitan bernapas. 

Pasien-pasien GBS biasanya baru menyadari lemas pada tubuh secara signifikan pada minggu kedua. 

Penyebab

Dilansir dari GBS CIDP, penyebab sindrom ini masih belum diketahui. Namun, pada 50% kasus penyakit terjadi setelah mengalami infeksi umum, seperti flu atau keracunan makanan. 

Beberapa teori mengatakan bahwa kondisi autoimun dapat memicu penyakit ini pula. Dimana sistem imunitas pasien yang seharusnya bekerja untuk menolong tubuh, malah merusaknya dan menyebabkan mati rasa serta kelelahan. 

Dilansir dari Cleveland Clinic, para ahli telah mengidentifikasikan beberapa macam infeksi dan penyakit imun yang dapat memicu GBS:

  1. Diare atau penyakit pernapasan: infeksi dari bakteri Campylobacter jejuni, yang menyebabkan diare, adalah salah satu bakteri pemicu GBS. 
  2. Virus: infeksi dari virus cytomegalovirus, Epstein-Barr virus, dan virus Zika ditemukan dapat memicu pula. 
  3. Vaksin: dalam kasus yang sangat langka, ditemukan beberapa orang yang mengalami GBS setelah menerima sejenis vaksin. 
  4. Operasi: hal ini juga terjadi sangat langka, namun ada beberapa kasus dimana pasien mengalami GBS setelah melakukan operasi. 

Diagnosis 

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Artikel Terkait
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore