Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 3 Maret 2026 | 23.02 WIB

8 Kebiasaan Pagi Sehat untuk Mengatasi Kelelahan dan Brain Fog Tanpa Bergantung pada Kopi

Ilustrasi menikmati teh. Selain kopi, minum teh bisa jadi alternatif bagi Anda saat memulai aktivitas pagi dan menghilangkan rasa suntuk pada siang hari. Terlebih, teh memiliki khasiat bagi kesehatan tubuh.

JawaPos.com – Banyak orang memulai hari dengan perasaan lelah, kabut otak atau sering disebut brain fog, dan kurang motivasi meskipun baru saja terbangun dari tempat tidur.

Rasa kantuk yang menetap ini sering kali membuat produktivitas menurun dan ketergantungan pada kafein meningkat secara berlebihan.

Namun, kelelahan kronis di pagi hari sebenarnya bisa diatasi dengan mengubah ritual atau pola hidup setelah terbangun.

Rutinitas pagi yang tepat bukan sekadar tentang bangun lebih awal, melainkan tentang bagaimana kita mempersiapkan sistem biologis tubuh untuk menghadapi hari.

Melansir dari laman YourTango pada Selasa (03/03), terdapat beberapa kebiasaan pagi yang terbukti secara sains dapat menghilangkan rasa lelah dan meningkatkan kesehatan mental secara signifikan.

Berikut pola hidup sehat yang dapat dicoba untuk menghindari kelelahan dan menjaga energi tetap stabil:

  1. Hidrasi segera setelah bangun setelah tidur selama 7 sampai 8 jam.

Tubuh berada dalam kondisi dehidrasi ringan, meminum segelas air putih segera setelah bangun membantu mengaktifkan organ internal dan memicu metabolisme.

Air membantu mengencerkan darah sehingga oksigen lebih cepat sampai ke otak, yang secara instan mengurangi rasa kantuk.

  1. Paparan cahaya matahari alami cahaya matahari adalah pengatur utama jam biologis atau ritme sirkadian manusia.

Paparan cahaya alami di pagi hari menekan produksi melatonin atau hormon tidur dan memicu pelepasan kortisol yang sehat untuk memberikan energi.

Sinar matahari pagi meningkatkan pelepasan serotonin, yang membantu anda merasa tenang namun fokus.

  1. Hindari membuka ponsel di jam pertama langsung memeriksa email atau media sosial memicu lonjakan dopamin yang tidak sehat dan stres instan.

Hal ini memaksa otak masuk ke mode reaktif, yang menguras energi mental lebih cepat sebelum hari benar-benar dimulai.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore