
Ilustrasi seseorang terkena penyakit Kawasaki disease (freepik/rawpixel.com)
JawaPos.com - Penyakit Kawasaki adalah penyakit radang pembuluh darah yang menyerang anak-anak, terutama balita, dan bisa berdampak serius pada jantung bila tidak segera ditangani. Penyakit ini menjadi salah satu penyebab utama penyakit jantung didapat pada anak yang dapat memicu serangan jantung sejak usia dini.
“Kalau tidak diobati, sekitar 15 sampai 25 persen anak dengan Kawasaki bisa mengalami pelebaran pembuluh darah koroner. Ini berbahaya karena arteri koroner adalah urat nadi kehidupan jantung,” kata Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak FK Universitas Indonesia Prof. Dr. dr. Najib Advani, Sp.A, Subsp.Kardio(K), M.Med (Paed), dalam media briefing secara daring, Selasa (10/2).
Penyakit Relatif Baru, Tapi Bukan Langka
Prof. Najib menerangkan, penyakit Kawasaki pertama kali ditemukan pada 1967 oleh dokter asal Jepang, Tomisaku Kawasaki. Meski tergolong penyakit yang relatif baru, Kawasaki bukanlah penyakit langka. Di dunia, lebih dari satu juta orang tercatat pernah mengalami penyakit ini.
Di Indonesia sendiri, jumlah kasus diperkirakan jauh lebih banyak dari yang terdiagnosis. Prof. Najib menyebut, dalam praktiknya selama lebih dari 25 tahun, ia telah menangani sekitar 2.000 kasus Kawasaki dari berbagai daerah di Indonesia.
“Kalau dibilang langka, ya tidak juga. Banyak kasus yang tidak terdiagnosis. Diperkirakan ada ribuan anak setiap tahun yang sebenarnya terkena Kawasaki, tapi tidak terdeteksi,” tuturnya.
Menyerang Balita, Dampaknya Bisa Sampai Dewasa
Mayoritas penderita Kawasaki adalah anak usia di bawah lima tahun, terutama usia 1–2 tahun. Namun, penyakit ini juga bisa menyerang bayi sangat muda hingga remaja.
Menurut Prof. Najib, yang membuat Kawasaki berbahaya adalah komplikasinya pada jantung. Peradangan pembuluh darah dapat menyebabkan aneurisma arteri koroner, yaitu pelebaran pembuluh darah jantung yang memicu penggumpalan darah dan serangan jantung.
“Sekitar 50 persen penyakit jantung koroner pada orang dewasa ternyata memiliki latar belakang Kawasaki yang tidak terdiagnosis atau tidak diobati saat kecil,” jelas Prof. Najib.
Gejala Sering Disalahartikan Penyakit Lain
Salah satu tantangan terbesar Kawasaki adalah gejalanya yang kerap mirip penyakit lain. Anak biasanya mengalami demam tinggi lebih dari lima hari, mata merah tanpa kotoran, bibir dan lidah merah, ruam di kulit, serta pembengkakan dan kemerahan di telapak tangan dan kaki.
“Sepintas mirip campak, gondongan, infeksi saluran kemih, bahkan radang usus buntu. Padahal yang paling berbahaya justru bukan ruamnya, tapi dampaknya ke jantung,” kata Prof. Najib.
Ia menambahkan, pada fase tertentu, kulit jari tangan dan kaki bisa mengelupas, dan justru di fase inilah risiko gangguan jantung meningkat.
Deteksi Dini Jadi Kunci
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022