
TUNGGU GILIRAN: Siswa SMPN 42 Surabaya mengantre di kantin. Sekolah itu mendapatkan penghargaan kantin sehat tingkat nasional. (Dian Wahyu Pratama/Jawa Pos)
JawaPos.com - Kantin sekolah seringkali hanya dianggap sebagai tempat pengisi perut di jam istirahat. Padahal, peran kantin jauh lebih besar bagi masa depan anak bangsa. Kantin Sehat Sekolah (KSS) seharusnya menjadi jantung dari kesehatan fisik dan kecerdasan kognitif siswa.
Prof. Dr. Hardinsyah MS, Profesor Ilmu Gizi sekaligus Ketua Majelis Wali Amanat IPB University, menegaskan bahwa KSS adalah bagian krusial dari ekosistem pendidikan dan masyarakat.
"Tujuan utama KSS adalah mendukung kesehatan fisik, perkembangan kognitif, serta pembentukan kebiasaan makan sehat bagi seluruh warga sekolah, yang berdampak positif bagi kegiatan pendidikan bahkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat," ujar Hardinsyah kepada JawaPos.com.
Menurut Hardinsyah, pengelolaan kantin tidak boleh sembarangan. Ada tiga prinsip utama yang wajib diterapkan agar kantin bisa disebut sehat:
Makanan bergizi tidak akan ada artinya jika tidak aman dikonsumsi. Seluruh proses, mulai dari pengadaan bahan hingga penyajian, harus memenuhi standar sanitasi ketat.
"Tidak ada gunanya makanan bergizi bila tdk aman. Hal ini akan menjadi laboratorium hidup untuk pembelajaran tentang pilihan makanan sehat, bertanggung jawab, dan budaya hidup bersih," tegasnya.
Kantin harus mampu menyediakan asupan yang sesuai dengan kebutuhan siswa dan guru. Prof. Hardinsyah menyebutkan bahwa penyediaan ini harus mengacu pada standar gizi dan pangan jajanan yang ditetapkan oleh lembaga berwenang.
KSS sebaiknya tidak berdiri sendiri, melainkan didukung oleh kebijakan, pengawasan, dan sistem insentif yang jelas. Penggunaan bahan pangan lokal juga menjadi kunci agar berdampak pada kesejahteraan masyarakat sekitar.
Prof. Hardinsyah mengingatkan bahwa mewujudkan kantin sehat bukanlah tugas sekolah semata. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah, orang tua, hingga masyarakat sebagai pengawas dan mitra suplai.
Ia menekankan bahwa keberhasilan program ini adalah cerminan komitmen bangsa terhadap generasi muda.
"Bukan dijadikan proyek insidental, melainkan gerakan yang berkelanjutan," imbuhnya.
Dengan kolaborasi yang solid, kantin sekolah diharapkan mampu mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga sehat, kuat, dan ceria.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Jessica Mila Sentil Kapten Kapal Soal Polemik Pulau Padar: Harus Terbuka soal Larangan Berlayar!
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku SepekanÂ
