
Ilustrasi rokok konvensional atau rokok elektrik. (American Heart Association)
JawaPos.com–Pendekatan berbasis bukti ilmiah menjadi semakin penting dalam upaya memahami dampak kesehatan akibat kebiasaan merokok. Berbagai penelitian terus dilakukan untuk mengevaluasi profil risiko dari beragam produk tembakau, termasuk produk tembakau alternatif seperti rokok elektronik dan produk tembakau yang dipanaskan.
Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof. Dr. Ir. Bambang Prasetya menegaskan, pentingnya riset sebagai fondasi dalam memahami karakteristik dan profil risiko produk tembakau alternatif.
”Riset diperlukan sebagai basis data kepatuhan (compliance) dalam pembuatan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk produk tembakau, guna menjembatani mazhab ekonomi dan kesehatan,” ungkap Bambang Prasetya beberapa waktu lalu dilansir dari Antara, dikutip Jumat (6/3).
Menurut Prof. Bambang, penelitian BRIN menemukan bahwa produk tembakau alternatif memiliki profil toksikan yang lebih rendah dibandingkan rokok karena tidak melibatkan proses pembakaran yang menghasilkan TAR. Temuan tersebut sejalan dengan penelitian BRIN berjudul Evaluation of Laboratory Tests for E-Cigarettes in Indonesia Based on WHO's Nine Toxicants, yang menunjukkan bahwa rokok elektronik memiliki kadar toksikan yang lebih rendah dibandingkan rokok berdasar pengujian sembilan toksikan utama yang direkomendasikan oleh World Health Organization (WHO).
Penelitian ini menjadi salah satu rujukan penting dalam memahami profil toksisitas produk tembakau alternatif di Indonesia. Selain itu, penelitian BRIN pada produk tembakau yang dipanaskan (heated tobacco product) juga menunjukkan potensi penurunan paparan zat berbahaya.
”Studi pada produk tembakau yang dipanaskan menunjukkan secara konsisten penurunan zat toksikan berisiko terhadap kesehatan hingga 80-90 persen dibandingkan rokok,” jelas Prof. Bambang.
Hasil penelitian BRIN tersebut juga mendapat perhatian dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk komunitas yang mendorong pendekatan pengurangan risiko. Ketua Gerakan Bebas TAR dan Asap Rokok (GEBRAK) Garindra Kartasasmita menyatakan, temuan BRIN menambah bukti ilmiah yang menunjukkan rokok elektronik memiliki risiko yang lebih rendah dibandingkan rokok.
Dia juga menekankan pentingnya keberlanjutan riset agar masyarakat memperoleh informasi yang lebih komprehensif. ”Studi tambahan tentu diperlukan, banyaknya berita hoax yang beredar yang menyatakan bahwa produk tembakau alternatif sama risikonya dengan rokok, menunjukkan bahwa masih dibutuhkan lebih banyak studi terkait dampak risiko,” jelas Garindra.
Lebih lanjut, Garindra mengatakan kajian ilmiah dari BRIN menunjukkan bahwa pendekatan pengurangan risiko memiliki potensi nyata dalam menekan dampak kesehatan akibat kebiasaan merokok. Dia berharap pemerintah dapat memaksimalkan strategi berbasis sains dengan memanfaatkan produk tembakau alternatif sebagai upaya memperbaiki kualitas kesehatan masyarakat.
”Saya berharap pemerintah dapat mengikuti banyak negara maju lainnya yang telah berhasil menurunkan prevalensi perokok, dengan menggunakan produk tembakau alternatif sebagai alat utama untuk membuat perokok beralih ke produk yang lebih rendah risiko,” tutur Garin.
Dengan semakin kuatnya bukti ilmiah, Garindra menilai pendekatan pengurangan risiko dapat membantu menurunkan dampak kesehatan akibat kebiasaan rokok, khususnya bagi perokok dewasa yang membutuhkan alternatif dengan profil risiko lebih rendah.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
