
Para pakar berbagi informasi seputar bayi prematur di peringatan Hari Prematur Sedunia 2025 di Jakarta. (Istimewa)
JawaPos.com - Tingginya angka kelahiran bayi prematur di Indonesia disebut masih tinggi. Belum lagi permasalahan dan kompleksitas perawatan bayi yang lahir sebelum waktunya, menambah parah persoalan ini.
Secara global, kelahiran prematur masih menjadi penyebab utama kematian bayi. WHO memperkirakan 15 juta bayi lahir prematur setiap tahun, dan lebih dari satu juta di antaranya tak bertahan karena komplikasi yang sebenarnya dapat dicegah jika mendapat perawatan tepat.
Indonesia menempati posisi kelima tertinggi di dunia dengan sekitar 675.000 bayi lahir prematur setiap tahunnya. Angka tersebut sebanding dengan beban kesehatan yang sangat besar, karena sebagian besar kematian neonatal di Tanah Air berasal dari masalah prematuritas dan berat badan lahir rendah.
Meski teknologi medis dan fasilitas rumah sakit terus berkembang, penyebab kelahiran prematur tetap menjadi tantangan yang rumit. Pakar neonatologi RSCM menjelaskan bahwa faktor pemicu prematuritas berasal dari banyak sisi, mulai dari kondisi kesehatan ibu sebelum hamil, komplikasi selama kehamilan, hingga gaya hidup.
Prof. Dr. dr. Rinawati Rohsiswatmo dari RSCM menjelaskan bahwa ada beberapa penyebab bayi lahir prematur.
"Infeksi, preeklamsia, ketuban pecah dini, kehamilan ganda, usia ibu yang terlalu muda atau terlalu tua, status gizi yang kurang baik, hingga riwayat melahirkan prematur sebelumnya menjadi penyebab yang sering ditemui," kata dr. Rina baru-baru ini di Jakarta dalam pertemuan di rangkaian acara Hari Prematur Sedunia 2025.
Di sisi lain, stres berat, merokok, dan pola makan yang tidak seimbang juga meningkatkan risiko. Namun, dalam sebagian besar kasus, penyebab prematuritas tetap tidak diketahui, sehingga pencegahannya membutuhkan pendekatan yang komprehensif.
dr. Rina menjelaskan, dampak kelahiran prematur tidak berhenti ketika bayi lahir. Kondisi tubuh yang belum siap menghadapi dunia luar membuat mereka sangat rentan terhadap berbagai gangguan kesehatan.
"Organ pernapasan yang belum berkembang sempurna dapat menyebabkan masalah seperti Respiratory Distress Syndrome (RDS), sementara sistem imun yang lemah meningkatkan risiko infeksi," kata dr. Rina.
Banyak bayi prematur juga mengalami kesulitan mempertahankan suhu tubuh, gangguan pencernaan, hingga risiko jangka panjang seperti gangguan penglihatan, pendengaran, dan tumbuh kembang.
Selain itu, dikatakan kalau merawat bayi prematur bukan hanya soal memastikan mereka bertahan hidup di hari-hari pertama, tetapi juga menjaga kualitas tumbuh kembangnya dalam jangka panjang. Itulah sebabnya langkah-langkah perawatan di awal kehidupan sangat menentukan masa depan mereka.
Untuk para bunda, terutama yang sedang hamil, perlu diketahui kalau salah satu fondasi terpenting dalam perawatan bayi prematur adalah nutrisi. ASI tetap menjadi pilihan utama karena komposisinya paling sesuai dengan kebutuhan pencernaan bayi prematur yang masih sensitif, sekaligus memberikan perlindungan imun lengkap.
Pada banyak kasus, bayi prematur membutuhkan tambahan nutrisi melalui human milk fortifier untuk mengejar kebutuhan protein dan energi harian.
Jika ASI ibu tidak tersedia dalam jumlah cukup, ASI donor yang telah menjalani proses skrining menjadi pilihan yang aman. Bila semua opsi itu tidak memungkinkan, barulah tenaga kesehatan menggunakan pangan medis khusus yang telah terbukti secara klinis mendukung pertumbuhan bayi prematur.
Nutrisi yang tepat sejak hari pertama menjadi kunci penting karena menentukan kemampuan bayi bertahan, tumbuh, dan berkembang secara optimal.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Racing de Santander vs Alaves di Liga Spanyol: Harapan Baba Zorros di El Sardinero
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Augsburg vs Bayer Leverkusen di Liga Jerman: Die Werkself Buru Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Persija vs Persib di Super League 2026/2027: Macan Kemayoran Menang Dramatis!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022