
Rematik juga ternyata bisa menyerang anak muda, lho. (stockking/Freepik)
JawaPos.com - Penyebab rematik pada usia muda sering kali tidak disadari hingga gejala seperti nyeri sendi, kaku, dan bengkak mulai mengganggu aktivitas. Padahal, penyakit ini tidak hanya menyerang lansia.
Menurut American College of Rheumatology, sekitar 8 dari 100.000 orang berusia 18–34 tahun juga bisa mengalami rheumatoid arthritis (RA), salah satu bentuk rematik yang bersifat autoimun.
Rheumatoid arthritis (RA) terjadi ketika sistem imun tubuh justru menyerang jaringan sendiri, terutama sendi.
Kondisi ini menimbulkan peradangan yang menyebabkan nyeri, pembengkakan, dan kekakuan.
RA pada usia muda cenderung lebih agresif dan berpotensi menimbulkan kerusakan sendi lebih cepat dibandingkan pada usia lanjut.
Berikut beberapa penyebab rematik di usia muda yang perlu kamu ketahui seperti dirangkum dari WebMD dan American University of the Caribbean School of Medicine.
Jika salah satu anggota keluarga, seperti orang tua atau saudara kandung, memiliki riwayat rematik, risiko kamu untuk mengalaminya juga meningkat.
Beberapa gen, terutama yang berhubungan dengan sistem imun seperti Human Leukocyte Antigen (HLA), diketahui dapat memicu respons autoimun yang berlebihan dan menyebabkan peradangan sendi.
Penyebab rematik pada usia muda paling umum adalah gangguan pada sistem kekebalan tubuh.
RA termasuk penyakit autoimun, di mana tubuh keliru menyerang jaringan sehat, terutama di persendian tangan, kaki, dan pergelangan.
Kondisi ini menyebabkan nyeri kronis dan kerusakan tulang jika tidak ditangani dengan cepat.
Aktivitas fisik yang terlalu berat, seperti olahraga kontak atau pekerjaan yang membuat sendi sering terbebani, dapat mempercepat kerusakan tulang rawan.
Akibatnya, sendi menjadi lebih rentan terhadap peradangan dan nyeri seperti pada rematik.
Obesitas menambah beban pada sendi, terutama di lutut, pinggul, dan pergelangan kaki.
Tekanan ini bisa mempercepat kerusakan jaringan pelindung di sekitar sendi.

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
