Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 1 November 2025 | 00.10 WIB

Simak! 10 Penyebab Rematik pada Usia Muda dan Cara Menguranginya agar Tidak Makin Parah

Rematik juga ternyata bisa menyerang anak muda, lho. (stockking/Freepik) - Image

Rematik juga ternyata bisa menyerang anak muda, lho. (stockking/Freepik)

JawaPos.com - Penyebab rematik pada usia muda sering kali tidak disadari hingga gejala seperti nyeri sendi, kaku, dan bengkak mulai mengganggu aktivitas. Padahal, penyakit ini tidak hanya menyerang lansia. 

Menurut American College of Rheumatology, sekitar 8 dari 100.000 orang berusia 18–34 tahun juga bisa mengalami rheumatoid arthritis (RA), salah satu bentuk rematik yang bersifat autoimun.

Rheumatoid arthritis (RA) terjadi ketika sistem imun tubuh justru menyerang jaringan sendiri, terutama sendi. 

Kondisi ini menimbulkan peradangan yang menyebabkan nyeri, pembengkakan, dan kekakuan. 

RA pada usia muda cenderung lebih agresif dan berpotensi menimbulkan kerusakan sendi lebih cepat dibandingkan pada usia lanjut.

Berikut beberapa penyebab rematik di usia muda yang perlu kamu ketahui seperti dirangkum dari WebMD dan American University of the Caribbean School of Medicine.

1. Faktor Genetik

Jika salah satu anggota keluarga, seperti orang tua atau saudara kandung, memiliki riwayat rematik, risiko kamu untuk mengalaminya juga meningkat. 

Beberapa gen, terutama yang berhubungan dengan sistem imun seperti Human Leukocyte Antigen (HLA), diketahui dapat memicu respons autoimun yang berlebihan dan menyebabkan peradangan sendi.

2. Gangguan Autoimun

Penyebab rematik pada usia muda paling umum adalah gangguan pada sistem kekebalan tubuh. 

RA termasuk penyakit autoimun, di mana tubuh keliru menyerang jaringan sehat, terutama di persendian tangan, kaki, dan pergelangan. 

Kondisi ini menyebabkan nyeri kronis dan kerusakan tulang jika tidak ditangani dengan cepat.

3. Cedera atau Tekanan Berulang pada Sendi

Aktivitas fisik yang terlalu berat, seperti olahraga kontak atau pekerjaan yang membuat sendi sering terbebani, dapat mempercepat kerusakan tulang rawan. 

Akibatnya, sendi menjadi lebih rentan terhadap peradangan dan nyeri seperti pada rematik.

4. Kelebihan Berat Badan

Obesitas menambah beban pada sendi, terutama di lutut, pinggul, dan pergelangan kaki. 

Tekanan ini bisa mempercepat kerusakan jaringan pelindung di sekitar sendi. 

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore