
Ilustrasi Kutu Air pada Kaki. (Freepik)
JawaPos.com – Rasa gatal memang sering kali mengganggu aktivitas sehari-hari. Kehadirannya juga tidak terduga, kadang datang saat sedang sibuk bekerja atau ketika bersantai di rumah. Penyebabnya bisa bermacam-macam tergantung di mana gatal itu muncul. Bisa mulai dari alergi, iritasi kulit, gigitan serangga, hingga infeksi jamur.
Salah satu bagian tubuh yang paling sering jadi “korban” rasa gatal adalah kaki. Bagian ini sering tertutup sepatu, berkeringat, dan jarang mendapat perhatian khusus. Banyak orang menganggapnya hal sepele, padahal kondisi tersebut bisa menjadi tanda adanya infeksi jamur kulit yang dikenal dengan istilah kutu air atau tinea pedis.
Menurut Alodokter, kutu air disebabkan oleh infeksi jamur dari kelompok dermatophytes, seperti Trichophyton rubrum dan Epidermophyton floccosum. Jamur ini suka sekali dengan tempat yang hangat dan lembab persis seperti kondisi kaki di dalam sepatu setelah seharian beraktivitas.
Sementara itu, Mayo Clinic menambahkan bahwa kutu air bisa menyebar dengan mudah, terutama jika seseorang berbagi handuk, sepatu, atau berjalan tanpa alas di area umum seperti kamar mandi, kolam renang, atau ruang ganti. Itulah mengapa penyakit ini sering disebut juga sebagai athlete’s foot, karena sering dialami para atlet yang sering berkeringat dan bertukar peralatan olahraga.
Mengutip Alodokter, gejala kutu air biasanya bermula di sela-sela jari kaki, lalu perlahan menyebar ke bagian lain seperti telapak, punggung, atau sisi samping kaki. Dalam beberapa kasus, infeksi jamur ini bahkan dapat menjalar hingga ke kuku kaki, kulit di sekitar pergelangan, dan area tubuh lain yang lembab seperti selangkangan. Tak jarang pula, jamur berpindah ke tangan, terutama bila seseorang sering menggaruk area yang terinfeksi.
Tanda paling umum dari kutu air adalah munculnya ruam kemerahan bersisik disertai rasa gatal yang mengganggu. Biasanya, rasa gatal tersebut justru terasa semakin parah saat kaus kaki atau sepatu dilepas. Hal ini terjadi karena kulit yang lembab berubah menjadi lebih kering dan sensitif terhadap udara.
Pada sebagian orang, kutu air juga dapat menyebabkan bau kaki tidak sedap, kulit melepuh, atau bahkan luka kecil akibat garukan berulang. Selain gejala-gejala utama tersebut, beberapa keluhan lain yang kerap muncul meliputi sensasi terbakar atau panas pada kulit kaki, kulit kering dan pecah-pecah, atau bahkan kulit mengelupas atau mengeras.
Gejala-gejala ini bisa terasa ringan di awal, tapi bila dibiarkan tanpa pengobatan, infeksi jamur dapat berkembang lebih luas dan menimbulkan rasa tidak nyaman yang semakin mengganggu aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, berikut adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan sebagai bentuk preventif dari kutu air yang menyerang kaki:
1. Jaga kebersihan kaki
Langkah paling penting untuk mencegah kutu air adalah menjaga kaki tetap bersih dan kering. Cuci kaki dua kali sehari menggunakan sabun lembut, lalu keringkan hingga sela-sela jari benar-benar tidak lembab. Kelembaban yang tertinggal bisa menjadi sasaran empuk tempat tumbuhnya jamur penyebab infeksi.
2. Gunakan obat antijamur sesuai anjuran
Jika sudah muncul gejala, gunakan salep atau krim antijamur seperti terbinafine atau clotrimazole setelah kaki dicuci dan dikeringkan. Oleskan dua kali sehari sesuai petunjuk, dan lanjutkan selama satu minggu setelah ruam hilang agar jamur tidak tumbuh kembali.
3. Pilih kaus kaki dan alas kaki yang tepat
Gunakan kaus kaki bersih dan ganti setiap hari, terutama bila kaki mudah berkeringat. Pilih sepatu berbahan ringan dan memiliki sirkulasi udara yang baik agar kaki tetap kering.
4. Lindungi kaki di tempat umum

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
