Ilustrasi seseorang yang mengalami Ilustrasi seseorang yang mengalami biduran pada kulitnya. (https://www.freepikpada kulitnya (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Biduran atau dalam istilah medis disebut urtikaria adalah reaksi alergi pada kulit, yang ditandai dengan munculnya bintik merah atau bentol-bentol gatal. Bentol ini dapat berukuran kecil hingga besar, muncul secara tiba-tiba, dan bisa berpindah-pindah lokasi di tubuh.
Pada kebanyakan kasus, biduran bersifat sementara dan akan hilang dalam beberapa jam atau hari. Namun, sebagian kasus bisa berlangsung beberapa minggu dan mungkin berulang.
Penyebab Biduran pada Kulit
Biduran muncul ketika tubuh melepaskan histamin dan senyawa kimia lainnya sebagai reaksi terhadap suatu pemicu. Pelepasan histamin itu menyebabkan pelebaran pembuluh darah di lapisan kulit, yang kemudian menimbulkan bentol-bentol disertai rasa gatal.
Dikutip dari Alodokter, penyebab biduran cukup bervariasi mulai dari alergi makanan seperti seafood, telur, susu, kacang-kacangan, hingga makanan yang mengandung bahan pengawet dan pewarna. Paparan suhu ekstrem, baik terlalu panas maupun terlalu dingin juga dapat memicu biduran.
Selain itu, alergi terhadap obat-obatan juga dapat memicu biduran, misalnya akibat penggunaan antibiotik, obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), atau obat penurun tekanan darah. Faktor lain yang bisa menyebabkan biduran adalah gigitan atau sengatan serangga.
Stres emosional atau kelelahan fisik juga dapat memicu munculnya biduran. Infeksi akibat virus, bakteri, atau parasit pun bisa menjadi penyebabnya. Tak hanya itu, paparan terhadap zat tertentu seperti lateks, bulu hewan, atau serbuk sari juga dapat menimbulkan reaksi biduran pada sebagian orang.
Gejala Akibat Biduran
Gejala utama biduran ditandai dengan munculnya bentol pada kulit yang disertai rasa gatal. Bentol ini biasanya berwarna kemerahan atau samar dengan warna kulit, permukaannya terasa menonjol saat disentuh. Beberapa bentol juga bisa bergabung dan menyatu pada suatu area yang lebih luas di permukaan kulit.
Dikutip dari Halodoc, beberapa orang juga dapat mengalami gejala lain seperti pembengkakan pada bibir, kelopak mata, atau lidah (angioedema), serta rasa perih atau panas pada kulit. Pada kasus yang lebih parah, penderita bisa mengalami kesulitan bernapas atau menelan (anafilaksis).
Umumnya, biduran lebih sering terjadi pada anak-anak dan wanita berusia antara 30 hingga 60 tahun. Selain itu, individu yang memiliki riwayat alergi juga memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami kondisi ini.
Solusi untuk Mengatasi Biduran
Sebagian besar kasus biduran sebenarnya tidak memerlukan penanganan khusus, karena gejalanya akan mereda dalam beberapa jam atau hari. Jika dirasa mengganggu, kamu bisa lakukan perawatan mandiri di rumah dan dibantu juga dengan obat-obatan.
Jangan menggaruk bentol agar tidak menjadi infeksi dan semakin parah. Sebagai gantinya, kamu bisa mengompres dingin pada area yang mengalami gatal untuk meredakan rasa tidak nyaman.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
