Logo JawaPos
Author avatar - Image
14 Oktober 2025, 02.28 WIB

Rubella Bukan Campak Biasa! Kenali Gejala, Bahaya Terbesarnya pada Ibu Hamil, dan Cara Mencegahnya

Ilustrasi seorang wanita hamil yang rentang terkena penyakit rubella (Dok. Freepik) - Image

Ilustrasi seorang wanita hamil yang rentang terkena penyakit rubella (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Rubella atau yang dikenal juga sebagai campak Jerman adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus Rubella. Sebagian orang meyakini penyakit rubella mirip dengan campak, padahal kedua penyakit ini cukup berbeda.

Penyakit ini umumnya bersifat ringan pada anak-anak dan orang dewasa, tetapi sangat berbahaya jika menyerang ibu hamil. Hal ini karena virus rubella dapat menyebabkan keguguran atau jika kehamilan terus berlangsung maka rubella bisa menular ke janin dan menimbulkan cacat lahir serius.

Penyebab Menularnya Rubella 

Seseorang dapat tertular rubella ketika tidak sengaja menghirup percikan air liur (droplets) yang keluar dari penderita saat batuk atau bersin. Selain itu, penularan juga bisa terjadi melalui kontak langsung dengan benda yang terkontaminasi air liur penderita. 

Dikutip dari Alodokter, orang yang terinfeksi rubella dapat menyebarkan virus mulai dari 1–2 minggu sebelum gejala muncul hingga sekitar 7 hari setelah ruam menghilang. Menariknya, beberapa penderita tidak menunjukkan gejala apa pun, tetapi tetap berpotensi menularkan virus kepada orang lain.

Gejala Penyakit Rubella

Tanda utama seseorang terinfeksi rubella adalah munculnya ruam berwarna merah yang biasanya timbul sekitar 2–3 minggu setelah terpapar virus Rubella. Ruam ini umumnya bermula dari area wajah, kemudian menyebar ke seluruh tubuh. Rasa gatal sering kali menyertai ruam tersebut dan dapat berlangsung hingga tiga hari.

Meskipun rubella menimbulkan ruam kemerahan pada kulit, tetapi penyakit ini tidak sama dengan campak. Perbedaannya terletak pada jenis virus penyebabnya, serta gejala rubella yang umumnya lebih ringan dibandingkan dengan campak.

Selain munculnya ruam, rubella juga dapat disertai dengan berbagai gejala lain seperti demam, batuk, pilek dan hidung tersumbat. Penderita juga bisa mengalami mata merah (konjungtivitis), serta nyeri tenggorokan yang disebabkan pembengkakan kelenjar getah bening di sekitar telinga dan leher.

Bahaya Infeksi Rubella pada Ibu Hamil

Rubella akan sangat berbahaya jika menginfeksi ibu hamil, terutama pada 12 minggu pertama (fase trimester pertama). Penyakit ini bisa menyebabkan kematian pada janin ataupun jika janin lahir maka akan mengalami cacat bawaan akibat Congenital Rubella Syndrome (CRS).

Dikutip dari Halodoc, cacat bawaan yang umumnya dialami bayi akibat CRS meliputi masalah pendengaran (tuli), katarak, kelainan jantung, serta berat badan lahir rendah. Jika kondisi ini berkembang menjadi komplikasi, bayi berisiko mengalami kerusakan otak, radang paru-paru, autisme hingga diabetes melitus.

Cara Mencegah dan Upaya Pengobatan dari Penyakit Rubella

Pencegahan dari penyakit rubella sebenarnya cukup mudah yaitu dengan pastikan kamu dan orang di sekitar sudah mendapatkan vaksin MMR (MeaslesMumpsRubella) untuk mencegah rubella. Hal ini terjadi karena tubuh akan memiliki dan memproduksi sistem imun yang bisa melawan virus rubella.

Kemudian, hindarilah kontak dengan penderita jika ada kasus rubella di lingkunganmu, dan tetap di rumah sampai situasi aman. Jika berencana bepergian jauh, pastikan terlebih dahulu apakah daerah tujuan memiliki kasus rubella yang tinggi.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore