
Ilustrasi seseorang yang sedang melakukan terapi bekam (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Bekam adalah metode pengobatan tradisional yang dilakukan dengan cara menyedot darah dari permukaan kulit menggunakan alat khusus, seperti gelas atau tabung vakum. Tujuannya adalah untuk mengeluarkan darah kotor atau racun dari dalam tubuh dan melancarkan peredaran darah.
Bekam telah digunakan sejak ribuan tahun lalu di berbagai peradaban, termasuk Tiongkok dan Timur Tengah. Jenis praktek ini biasanya dilakukan pada bagian tubuh seperti punggung, tangan, kaki, leher bahkan sejumlah bagian kepala.
Prosedur dan Jenis Terapi Bekam
Dikutip dari Alodokter, terapi bekam terbagi menjadi dua jenis yaitu bekam kering dan bekam basah. Pada bekam kering, cangkir ditempelkan pada kulit selama waktu tertentu, umumnya sekitar tiga menit.
Sebelum melakukan terapi bekam kering, terapis biasanya memasukkan bahan mudah terbakar ke dalam cangkir bekam. Bahan yang digunakan biasanya adalah alkohol, campuran herbal, atau kertas khusus, lalu menyulutnya dengan api.
Setelah api padam, cangkir itu segera ditempelkan pada kulit. Saat udara di dalamnya mulai mendingin, tekanan negatif terbentuk sehingga kulit dan otot tertarik ke atas. Kondisi ini membuat pembuluh darah melebar dan kulit tampak kemerahan.
Namun, kini metode bekam modern sudah menggunakan alat berupa pompa karet. Menggunakan alat ini, terapis tidak lagi memerlukan panas, melainkan menciptakan hisapan melalui tekanan udara.
Setelah cangkir ditempel selama tiga menit, terapis akan melepaskannya lalu membuat sayatan kecil di kulit untuk mengeluarkan darah. Proses ini berfungsi untuk mengeluarkan darah kotor, sehingga metode ini disebut sebagai bekam basah. Setelah prosedur selesai, area yang terluka akan dibersihkan agar terhindar dari infeksi.
Manfaat yang Diperoleh dari Terapi Bekam
Berdasarkan Journal of Acupuncture and Meridian Studies serta berbagai penelitian lainnya, terapi ini diketahui mampu membantu mengatasi berbagai gangguan kesehatan. Dikutip dari Halodoc, berikut beberapa manfaat yang bisa diperoleh dari terapi bekam.
1. Melancarkan Aliran Darah
Bekam dikenal efektif dalam membantu memperlancar sirkulasi darah. Hal ini dijelaskan dalam jurnal berjudul Cupping Therapy: An Analysis of The Effects of Suction on Skin and The Possible Influence on Human Health yang diterbitkan oleh Complementary Therapies in Clinical Practice.
Hasil penelitian mengungkap bahwa terapi bekam dapat meningkatkan aliran darah sekaligus meregangkan jaringan di area tempat bekam dilakukan. Jiks aliran darah lancar, tubuh menjadi lebih mampu memperbaiki diri secara alami dan mengatasi berbagai peradangan maupun keluhan kesehatan.
2. Mengeluarkan Darah Kotor
Secara medis, darah yang dikeluarkan dari proses bekam adalah darah kotor yang mengandung sel darah merah yang rusak, racun, atau zat berbahaya seperti kolesterol berlebih. Jika darah kotor dapat dikeluarkan, maka sistem kekebalan tubuh akan terjaga karena hanya ada darah bersih yang tersisa di dalam tubuh.

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Nathalie Holscher-Aripat Menikah, Sule Titip Pesan untuk Adzam, Balasan Nathalie Jadi Sorotan
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Analis Ungkap Strategi Iran Pilih Sasar Negara Teluk Tanpa Serang Kapal Induk AS
