Sarung tangan berbahan lateks (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Alergi lateks merupakan reaksi alergi terhadap zat yang terkandung dalam karet alam, yang paling sering terjadi akibat kontak langsung dengan sarung tangan lateks. Meskipun terlihat sederhana, kondisi ini bisa menimbulkan berbagai gejala, mulai dari ringan hingga mengancam jiwa. Reaksi alergi ini muncul ketika sistem kekebalan tubuh salah mengenali zat yang sebetulnya tidak berbahaya sebagai ancaman, sehingga memicu respons imun berlebihan terhadap lateks.
Lateks adalah getah berwarna putih yang dihasilkan oleh beberapa jenis tanaman, terutama pohon karet tropis. Zat ini terdiri dari campuran air, gula, dan protein yang berfungsi sebagai mekanisme pertahanan tanaman terhadap serangga. Selain dalam bentuk alami, lateks juga dapat diproduksi secara sintetis untuk berbagai keperluan industri.
Dalam kehidupan sehari-hari, lateks banyak ditemukan pada produk seperti sarung tangan, balon, kondom, kateter, dan berbagai peralatan medis. Bahkan, diperkirakan lebih dari 40.000 jenis produk di dunia menggunakan bahan dasar lateks. Namun, karena kandungan proteinnya, sebagian orang mengalami reaksi alergi setelah terpapar, terutama mereka yang sering menggunakan sarung tangan karet di lingkungan kerja medis.
Penyebab dan Proses Terjadinya Alergi Lateks
Menurut Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat, sekitar 8–12 persen tenaga medis dan hingga 68 persen pasien spina bifida memiliki alergi terhadap lateks, karena sering terpapar selama prosedur medis. Meski begitu, secara keseluruhan, kurang dari 1 persen populasi umum mengalami alergi ini.
Melansir dari Medical News Today, reaksi alergi terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menganggap protein dalam lateks sebagai patogen berbahaya. Tubuh kemudian memproduksi antibodi untuk melawannya. Saat seseorang terpapar kembali, antibodi ini memicu pelepasan zat kimia seperti histamin yang menyebabkan gejala alergi. Semakin sering seseorang terpapar lateks, semakin besar kemungkinan terjadinya reaksi alergi berat, proses ini disebut sensitisasi.
Selain itu, selama proses pembuatan, lateks sering kali dimodifikasi dan tidak dicuci dengan sempurna, meninggalkan partikel “lateks bebas” yang menempel di permukaan produk. Partikel ini mudah berpindah ke udara, terutama ketika sarung tangan dilepas dengan cepat, sehingga dapat terhirup dan menyebabkan reaksi alergi pernapasan pada orang yang sensitif.
Ada tiga jenis utama alergi lateks dengan tingkat keparahan yang berbeda, yaitu:
1. Hipersensitivitas Lateks (Tipe 1)
Ini adalah bentuk alergi yang paling berat dan jarang terjadi, di mana reaksi tubuh muncul segera setelah kontak dengan lateks. Gejalanya meliputi hidung tersumbat, gatal di mata, iritasi kulit, kram perut, dan gangguan pencernaan. Dalam kasus yang parah, gejalanya bisa berkembang menjadi jantung berdebar cepat, nyeri dada, tekanan darah rendah, hingga sesak napas yang dapat mengancam nyawa. Penderita alergi tipe ini sangat sensitif; bahkan hanya menghirup partikel lateks dari balon yang ditiup orang lain sudah cukup memicu reaksi berat.
2. Dermatitis Kontak Alergi
Reaksi ini muncul beberapa jam setelah kulit bersentuhan dengan lateks. Gejalanya berupa kulit bersisik, terasa panas, melepuh, dan kadang mengeluarkan cairan. Alergi jenis ini disebabkan oleh bahan kimia tambahan yang digunakan dalam proses pembuatan karet. Kini tersedia tes khusus untuk menentukan bahan kimia mana yang menjadi pemicu, sehingga penderita dapat menghinkatdarinya.
3. Dermatitis Kontak Iritan
Ini merupakan bentuk alergi paling umum dan ringan, biasanya disebabkan oleh penggunaan sarung tangan lateks secara berulang, cuci tangan berlebihan, atau sisa bedak pada sarung tangan. Kulit tangan menjadi kering, gatal, dan bersisik akibat iritasi.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
