Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 10 Oktober 2025 | 00.14 WIB

Sering Merasa Gatal Setelah Pakai Produk Karet? Kenali Alergi Lateks, 3 Jenis Reaksi, dan Strategi Penanganannya

Sarung tangan berbahan lateks (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Alergi lateks merupakan reaksi alergi terhadap zat yang terkandung dalam karet alam, yang paling sering terjadi akibat kontak langsung dengan sarung tangan lateks. Meskipun terlihat sederhana, kondisi ini bisa menimbulkan berbagai gejala, mulai dari ringan hingga mengancam jiwa. Reaksi alergi ini muncul ketika sistem kekebalan tubuh salah mengenali zat yang sebetulnya tidak berbahaya sebagai ancaman, sehingga memicu respons imun berlebihan terhadap lateks.

Lateks adalah getah berwarna putih yang dihasilkan oleh beberapa jenis tanaman, terutama pohon karet tropis. Zat ini terdiri dari campuran air, gula, dan protein yang berfungsi sebagai mekanisme pertahanan tanaman terhadap serangga. Selain dalam bentuk alami, lateks juga dapat diproduksi secara sintetis untuk berbagai keperluan industri.

Dalam kehidupan sehari-hari, lateks banyak ditemukan pada produk seperti sarung tangan, balon, kondom, kateter, dan berbagai peralatan medis. Bahkan, diperkirakan lebih dari 40.000 jenis produk di dunia menggunakan bahan dasar lateks. Namun, karena kandungan proteinnya, sebagian orang mengalami reaksi alergi setelah terpapar, terutama mereka yang sering menggunakan sarung tangan karet di lingkungan kerja medis.

Penyebab dan Proses Terjadinya Alergi Lateks

Menurut Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat, sekitar 8–12 persen tenaga medis dan hingga 68 persen pasien spina bifida memiliki alergi terhadap lateks, karena sering terpapar selama prosedur medis. Meski begitu, secara keseluruhan, kurang dari 1 persen populasi umum mengalami alergi ini.

Melansir dari Medical News Today, reaksi alergi terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menganggap protein dalam lateks sebagai patogen berbahaya. Tubuh kemudian memproduksi antibodi untuk melawannya. Saat seseorang terpapar kembali, antibodi ini memicu pelepasan zat kimia seperti histamin yang menyebabkan gejala alergi. Semakin sering seseorang terpapar lateks, semakin besar kemungkinan terjadinya reaksi alergi berat, proses ini disebut sensitisasi.

Selain itu, selama proses pembuatan, lateks sering kali dimodifikasi dan tidak dicuci dengan sempurna, meninggalkan partikel “lateks bebas” yang menempel di permukaan produk. Partikel ini mudah berpindah ke udara, terutama ketika sarung tangan dilepas dengan cepat, sehingga dapat terhirup dan menyebabkan reaksi alergi pernapasan pada orang yang sensitif.

Ada tiga jenis utama alergi lateks dengan tingkat keparahan yang berbeda, yaitu: 

1. Hipersensitivitas Lateks (Tipe 1)

Ini adalah bentuk alergi yang paling berat dan jarang terjadi, di mana reaksi tubuh muncul segera setelah kontak dengan lateks. Gejalanya meliputi hidung tersumbat, gatal di mata, iritasi kulit, kram perut, dan gangguan pencernaan. Dalam kasus yang parah, gejalanya bisa berkembang menjadi jantung berdebar cepat, nyeri dada, tekanan darah rendah, hingga sesak napas yang dapat mengancam nyawa. Penderita alergi tipe ini sangat sensitif; bahkan hanya menghirup partikel lateks dari balon yang ditiup orang lain sudah cukup memicu reaksi berat.

2. Dermatitis Kontak Alergi

Reaksi ini muncul beberapa jam setelah kulit bersentuhan dengan lateks. Gejalanya berupa kulit bersisik, terasa panas, melepuh, dan kadang mengeluarkan cairan. Alergi jenis ini disebabkan oleh bahan kimia tambahan yang digunakan dalam proses pembuatan karet. Kini tersedia tes khusus untuk menentukan bahan kimia mana yang menjadi pemicu, sehingga penderita dapat menghinkatdarinya.

3. Dermatitis Kontak Iritan

Ini merupakan bentuk alergi paling umum dan ringan, biasanya disebabkan oleh penggunaan sarung tangan lateks secara berulang, cuci tangan berlebihan, atau sisa bedak pada sarung tangan. Kulit tangan menjadi kering, gatal, dan bersisik akibat iritasi.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore