
Ilustrasi mikroplastik di laut (freepik)
JawaPos.com - Plastik kini menjadi masalah yang nyata dalam peradaban modern manusia. Selain berdampak pada lingkungan, plastik juga bisa membawa dampak serius pada kesehatan manusia.
Mikroplastik, menjadi ancaman yang semakin nyata dan mengkhawatirkan. Pasalya, manusia hampir tidak bisa lepas dari penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari. Hampir semua benda yang kita gunakan mengandung unsur plastik.
Menuruti laman waste4change.com, produk mikroplastik dapat ditemukan di berbagai produk di sekitar kita mulai dari alat makan, benda elektronik, skincare, sabun, pakaian sintetis, botol minum kemasan, sampai sampah plastik di lautan yang terurai dan dimakan oleh ikan, yang pada akhirnya berakhir di piring meja makan anda sebagai seafood.
Paparan mikroplastik yang berlebihan sangat berbahaya bagi kesehatan. Mengutip dari laman plasticsmartcities.wwf.i akumulasi mikroplastik yang berlebihan di dalam tubuh manusia dapat menyebabkan berbagai gangguan serius bagi kesehatan.
Masalah pada sistem pernapasan
Selain terdapat pada makanan dan produk sehari-hari, mikroplastik juga bisa berubah menjadi partikel-partikel kecil yang dapat terhirup dan mengganggu sistem pernapasan.
Sumber partikel plastik yang tersebar di udara berasal dari gesekan ban mobil, penguraian plastik di udara, dan serat pakaian sintetis. Mikroplastik yang terhirup dapat memicu iritasi saluran napas, pemicu asma, bronkitis, dan radang paru-paru akut.
Gangguan pada saraf
Mikroplastik mengandung bahan kimia yang berbahaya Polybrominated diphenyl ethers yang bisa mengganggu fungsi otak dan sistem saraf.
Dampaknya bisa menurunkan kemampuan kognitif. Terutama bagi anak-anak yang otaknya masih berkembang. Akibatnya anak-anak akan mengalami gangguan pada kemampuan kognitif, memori, fokus, dan penurunan kemampuan belajar.
Penurunan fungsi kekebalan tubuh
Mikroplastik dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh. Saat menghirup mikroplastik, dan partikel ini masuk ke dalam tubuh, sistem imun akan bekerja lebih keras untuk melawan mikroplastik, sehingga menyebabkan peradangan. Jika terjadi terus menerus, hal ini dapat meningkatkan risiko munculnya penyakit autoimun.
Memicu penyakit kanker
Semakin banyak mikroplastik yang terakumulasi di dalam tubuh, maka dapat memicu terjadinya penyakit kanker. Ukurannya yang sangat kecil mampu menembus organ-organ di dalam tubuh.
Bahan kimia berbahaya yang ada di dalam mikroplastik tersebutlah yang berisiko memicu pertumbuhan sel kanker pada organ-organ vital.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
