
Ilustrasi makanan penyebab cacing kremi (dok. Freepik)
JawaPos.com - Cacing kremi menjadi salah satu infeksi usus yang paling sering menyerang manusia di seluruh dunia, terutama anak-anak dengan kebiasaan kebersihan yang masih terbatas.
Banyak orang tidak menyadari gejala awal cacing kremi, tetapi keluhan seperti gatal di area anus sering membuat tidur menjadi terganggu.
Penularan cacing kremi dapat terjadi melalui kontak langsung dengan penderita maupun dari konsumsi makanan yang tidak higienis sehingga kewaspadaan dalam menjaga pola makan sangat penting.
Berikut empat jenis makanan yang berisiko besar menjadi penyebab infeksi cacing kremi bila tidak diproses dengan benar, sebagaimana dilansir dari sumber kesehatan terpercaya.
1. Daging Setengah Matang
Daging yang tidak dimasak dengan baik dapat mengandung telur atau larva cacing yang tidak mati karena proses pemanasan belum mencapai suhu ideal membunuh parasit.
Dilansir dari laman Alodokter.com, selain cacing kremi, daging setengah matang juga berisiko membawa bakteri berbahaya seperti Salmonella dan E. coli yang bisa menimbulkan gangguan serius pada sistem pencernaan manusia.
Kasus keracunan makanan akibat daging mentah cukup banyak ditemukan sehingga memasak daging hingga benar-benar matang merupakan langkah pencegahan paling sederhana.
Penggunaan termometer daging sebenarnya dapat membantu memastikan suhu pemasakan sudah aman, terutama saat mengolah daging sapi, kambing, atau unggas dalam jumlah besar.
Dengan memastikan daging matang sempurna, keluarga dapat menikmati hidangan lezat tanpa harus khawatir terpapar parasit atau bakteri yang bisa mengancam kesehatan tubuh.
2. Buah dan Sayuran Mentah
Dilansir dari laman Halodoc.com, buah dan sayuran mentah kerap menjadi jalur masuk telur cacing kremi ke dalam tubuh karena permukaannya mudah terkontaminasi saat panen atau distribusi.
Bila tidak dicuci bersih dengan air mengalir, telur parasit bisa tetap menempel pada permukaan buah dan sayur, kemudian masuk ke sistem pencernaan manusia.
Mencuci bahan pangan dengan air mengalir, menyikat bagian kulit tertentu, hingga merendamnya sebentar dengan air garam dapat mengurangi risiko kontaminasi parasit.
Selain itu, sayuran yang biasanya dimakan mentah seperti lalapan lebih aman bila direbus sebentar untuk menghindari masuknya mikroba berbahaya tanpa mengurangi kandungan gizinya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
