Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 7 Oktober 2025 | 16.39 WIB

Hubungan Antara Pola Makan dan Kesejahteraan Mental, Benarkah 'Kita Adalah Apa yang Kita Makan?'

Seorang wanita yang membawa tiga buah jeruk (dok. Freepik) - Image

Seorang wanita yang membawa tiga buah jeruk (dok. Freepik)

JawaPos.com - Banyak penelitian menunjukkan bahwa apa yang kita makan tidak hanya berpengaruh pada tubuh, tetapi juga pada pikiran.

Sebuah studi yang dipublikasikan di British Journal of Health Psychology mencoba menggali hubungan antara konsumsi makanan sehat dan kesejahteraan mental positif.

Berbeda dari kebanyakan penelitian yang berfokus pada penurunan stres atau depresi, riset ini justru melihat bagaimana makanan dapat meningkatkan kebahagiaan dan rasa bermakna dalam hidup.

Penelitian tersebut menemukan bahwa konsumsi buah, sayuran, dan ikan berkaitan dengan tiga aspek utama kesejahteraan mental, sedangkan asupan asam lemak tak jenuh ganda (polyunsaturated fatty acids atau PUFAs) berhubungan dengan dua aspek.

Setelah dilakukan penyesuaian model analisis, konsumsi buah dan sayuran tetap memiliki hubungan kuat dengan kesejahteraan eudemonik, sementara konsumsi ikan lebih terkait dengan tingkat kebahagiaan.

Melansir Medical News Today, temuan ini mengindikasikan bahwa makanan memiliki peran penting dalam memengaruhi kesejahteraan psikologis positif.

Dengan kata lain, pola makan sehat mungkin mampu mendorong seseorang untuk merasa lebih bahagia, puas, dan memiliki tujuan hidup yang lebih jelas.

Tiga Dimensi Kesejahteraan Mental

Penelitian ini membagi kesejahteraan positif ke dalam tiga domain. Pertama, eudemonic well-being, yang mencakup rasa tujuan hidup, hubungan sosial positif, dan makna hidup.

Kedua, affective well-being, yaitu kesejahteraan emosional yang terkait dengan perasaan bahagia dan positif. Ketiga, evaluative well-being, yaitu kepuasan terhadap kehidupan secara keseluruhan.

Data penelitian diambil dari English Longitudinal Study of Ageing dengan melibatkan 3.103 peserta berusia paruh baya hingga lanjut usia di Inggris.

Makanan yang dianalisis meliputi buah, sayur, ikan, serta PUFAs, yaitu lemak sehat yang mengandung omega-3 dan omega-6 yang penting bagi fungsi otak dan saraf.

Para peneliti juga mempertimbangkan berbagai faktor seperti usia, tingkat kekayaan, isolasi sosial, dan gejala depresi. Dengan lima model statistik berbeda, penelitian ini berusaha menyesuaikan hasil agar lebih akurat, terutama dengan memperhitungkan kondisi depresi yang sering diabaikan dalam riset sebelumnya.

Peran Buah, Sayuran, dan Ikan dalam Kebahagiaan

Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi pengaruh dari tiap jenis makanan terhadap kesejahteraan mental. Konsumsi buah dan sayur secara konsisten dikaitkan dengan peningkatan kesejahteraan eudemonik, bahkan setelah mempertimbangkan faktor lain. Sebaliknya, pengaruh PUFAs menurun setelah penyesuaian terhadap gejala depresi, dan ikan hanya berpengaruh hingga model kedua.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore