Perawatan gigi adalah salah satu cara mengatasi bau mulut akibat gigi berlubang untuk napas yang lebih segar. (pressfoto/Freepik)
JawaPos.com–Banyak orang menganggap gigi tidak rata hanya masalah penampilan. Padahal kondisi yang dikenal sebagai maloklusi bisa berdampak serius pada kesehatan mulut.
Di Indonesia, prevalensi maloklusi gigi diperkirakan mencapai 80 persen. Itu menjadi salah satu masalah kesehatan gigi yang paling umum namun sering diabaikan.
Maloklusi bukan sekadar gigi berjejal atau tidak sejajar. Kondisi ini dapat mengganggu fungsi pengunyahan, menyebabkan keausan gigi yang tidak merata, meningkatkan risiko karies, dan penyakit gusi, bahkan menurunkan rasa percaya diri seseorang.
Dalam jangka panjang, gangguan tersebut juga bisa memicu ketegangan pada otot rahang hingga nyeri kepala kronis jika tidak segera ditangani. Menurut drg. Niken Leonie, Sp.Ort, Spesialis Ortodonti di LURUS, penanganan maloklusi perlu dilakukan secara tepat dan profesional.
“Melalui ketersediaan fasilitas, teknologi terbaru, dan tim spesialis ortodonti yang profesional, kami berkomitmen untuk memberikan perawatan ortodonti yang efektif, aman, dan terukur,” ujar Niken, Senin (6/10).
drg. Niken menambahkan bahwa perawatan ortodonti tidak hanya bertujuan memperbaiki estetika, tetapi juga meningkatkan fungsi gigi dan kesehatan rongga mulut secara keseluruhan.
Perawatan ortodonti saat ini sudah banyak memanfaatkan teknologi digital, seperti pemindaian 3D, rontgen presisi tinggi, hingga simulasi hasil perawatan yang memungkinkan pasien melihat perkiraan hasil akhir sebelum perawatan dimulai.
Pendekatan ini membantu dokter gigi merencanakan tindakan dengan lebih akurat, sekaligus memberikan pemahaman menyeluruh kepada pasien tentang kondisi dan solusi yang dibutuhkan.
Selain menangani pasien, para ahli ortodonti juga menekankan pentingnya edukasi publik mengenai bahaya maloklusi dan manfaat perawatan sejak dini.
Masyarakat diimbau tidak menunda konsultasi, terutama pada anak-anak dan remaja, karena perbaikan posisi gigi lebih mudah dilakukan di usia pertumbuhan.
Dengan kesadaran yang meningkat dan akses terhadap layanan ortodonti yang lebih baik, diharapkan kasus maloklusi di Indonesia dapat ditekan. Seperti disampaikan drg. Niken, langkah kecil untuk memperhatikan kesehatan gigi hari ini bisa mencegah berbagai gangguan fungsi mulut di masa depan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Levante vs Real Betis di Liga Spanyol 2026/2027: Tim Tamu Bisa Curi 3 Poin!
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Newcastle di Liga Inggris 2026/2027: Sengit, Berpotensi Imbang!
Prediksi Skor Coventry City vs Hull City di Liga Inggris 2026/2027: Bisa Berakhir Imbang!
Prediksi Susunan Pemain Sevilla vs Atletico Madrid di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Go Ahead Eagles di Liga Belanda 2026/2027: Kans Tuan Rumah Pesta Gol!
Prediksi Skor Monaco vs Marseille di Liga Prancis: Les Phoceens Tak Ingin Malu di Stade Louis II
Prediksi Skor Bournemouth vs Everton di Liga Inggris 2026/2027: Berpotensi Imbang!
Prediksi Skor Real Sociedad vs Espanyol: Los Periquitos Bisa Curi Poin di Anoeta?
Prediksi Skor Leeds United vs Brentford: The Bees Siap Sengat Tuan Rumah di Elland Road!
