Ilsutrasi seorang perempuan yang akan menjalani prosedur tindakan kemoterapi (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Leukemia adalah jenis kanker yang menyerang sel darah dan sumsum tulang, yaitu jaringan tempat pembentukan sel darah. Pada kondisi ini, sumsum tulang akan memproduksi sel darah putih abnormal dalam jumlah berlebihan.
Sel-sel itu tidak berfungsi normal untuk melawan infeksi dan justru mengganggu produksi sel darah merah maupun trombosit. Akibatnya, tubuh penderita leukemia menjadi lebih rentan terhadap infeksi, mudah lelah, dan berisiko mengalami perdarahan.
Leukemia sering kali sulit terdeteksi karena gejalanya menyerupai gejala penyakit lain. Oleh sebab itu, pemeriksaan sejak dini perlu dilakukan agar leukemia dapat cepat ditangani dan masih bisa tertolong.
Penyebab Seseorang Terkena Leukemia
Hingga kini, dokter belum dapat memastikan penyebab utama dari leukemia. Pada banyak kasus, kondisi ini dipicu oleh perubahan atau mutasi genetik yang muncul secara spontan. Mutasi itu membuat sel darah putih berkembang tanpa kendali sehingga mengganggu pembentukan sel darah normal lain di dalam sumsum tulang.
Dikutip dari Halodoc, mutasi ini bukanlah faktor keturunan dari orang tua, melainkan muncul secara acak di dalam tubuh seseorang. Faktor lain yang bisa menjadi penyebabnya adalah bekerja di lingkungan yang terpapar zat kimia berbahaya seperti benzena.
Jenis-Jenis Leukemia
Secara umum, leukemia terbagi menjadi dua jenis, yaitu kronis dan akut. Pada tipe kronis, perkembangan kanker berlangsung lambat dengan gejala awal yang umumnya ringan. Sedangkan pada tipe akut, pertumbuhan sel kanker berlangsung sangat cepat sehingga gejalanya dapat memburuk dalam waktu singkat.
Berdasarkan kelainan pada jenis sel darah putihnya, leukemia terbagi menjadi empat jenis. Dikutip dari Alodokter, jenis yang pertama adalah leukemia limfoblastik akut (Acute Lymphoblastic Leukemia/ALL). Kondisi ini terjadi ketika sumsum tulang menghasilkan terlalu banyak sel darah putih jenis limfosit yang belum matang atau disebut limfoblas.
Berikutnya yaitu leukemia limfositik kronis (Chronic Lymphocytic Leukemia/CLL), jenis kanker darah ini muncul ketika sumsum tulang memproduksi limfosit abnormal dalam jumlah berlebihan, dan pertumbuhannya berlangsung secara perlahan.
Jenis yang ketiga adalah leukemia mieloblastik akut (Acute Myeloblastic Leukemia/AML), yang merupakan kondisi ketika sumsum tulang menghasilkan terlalu banyak sel mieloid yang masih belum matang, atau disebut mieloblas.
Terakhir, leukemia mielositik kronis (Chronic Myelocytic Leukemia/CML) adalah jenis leukemia yang terjadi saat sumsum tulang gagal menghasilkan sel mieloid yang matang dengan normal.
Upaya Pengobatan Leukemia
Pengobatan leukemia ditentukan oleh dokter spesialis hematologi onkologi dengan mempertimbangkan jenis leukemia dan kondisi kesehatan pasien secara menyeluruh. Setiap metode terapi memiliki tujuan yang berbeda, mulai dari menghentikan pertumbuhan sel kanker hingga memperkuat daya tahan tubuh pasien.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
