
Ilustrasi seorang perempuan yang sedang memotong kukunya. (Freepik)
JawaPos.com - Kuku adalah bagian tubuh yang terbentuk dari protein keras bernama keratin, sama seperti rambut. Kuku tumbuh dari matriks kuku, yaitu jaringan di bawah kulit pada pangkal kuku, kemudian terdorong ke depan dan mengeras. Secara umum, kuku berfungsi melindungi ujung jari dan membantu mencengkeram benda.
Kuku yang panjang dan terawat memang dapat menunjang penampilan serta meningkatkan rasa percaya diri. Meski begitu, memiliki kuku panjang juga menyimpan risiko, terutama bila kebersihan dan perawatannya tidak dilakukan dengan baik.
Kuku panjang berpotensi menjadi tempat bersarangnya berbagai penyakit, bahkan jika sudah mencuci tangan dengan benar. Bagian bawah kuku yang panjang sering kali tetap sulit dibersihkan sepenuhnya.
Saat mencuci tangan, area di balik kuku panjang harus digosok dengan teliti agar benar-benar bersih, yang tentunya memerlukan waktu lebih lama dibandingkan merawat kuku pendek. Dikutip dari Alodokter, berikut beberapa risiko kesehatan yang dapat terjadi ketika seseorang memiliki kuku yang panjang.
1. Diare
Penyakit dapat dipicu oleh berbagai faktor seperti virus, bakteri hingga parasit. Ketiga penyebab diare tersebut berisiko masuk ke dalam tubuh melalui kuku panjang yang tidak terjaga kebersihannya.
Virus, bakteri, maupun parasit dapat dengan mudah menempel dan menyebar jika kuku dibiarkan panjang tanpa perawatan, apalagi bila tidak mencuci tangan setelah dari toilet atau sebelum makan. Akibatnya, selain diare biasa beberapa jenis parasit bisa merusak dinding usus dan menimbulkan diare berdarah.
2. Cacingan
Kondisi ini biasanya berawal dari telur cacing dari jenis cacing pita, cacing gelang dan cacing kremi yang terdapat di tanah. Telur cacing yang berukuran sangat kecil bisa dengan mudah menempel dan terselip di balik kuku panjang ketika seseorang bersentuhan dengan tanah, misalnya saat berkebun atau melakukan aktivitas lain.
Jika tangan yang sudah terkontaminasi tersebut menyentuh mulut tanpa dicuci dengan benar, maka telur cacing dapat masuk ke dalam tubuh. Hal inilah yang menyebabkan seseorang mengalami penyakit cacingan.
3. COVID-19
Kuku yang dibiarkan panjang juga dapat meningkatkan peluang terpapar COVID-19. Virus Corona diketahui mampu bertahan cukup lama pada berbagai permukaan termasuk pada kuku, sela-sela kuku, maupun tangan.
Apabila kebersihan kuku panjang tidak terjaga dengan baik saat mencuci tangan. Risiko tertular virus ini akan semakin tinggi, terutama ketika tangan yang kotor menyentuh area wajah seperti mata, hidung, atau mulut.
4. HPV
Penyakit ini disebabkan oleh virus bernama HPV (Human Papilloma Virus), yang merupakan kondisi tumbuhnya kutil pada kulit tapi biasanya ditemukan di area genital. Sebuah studi menemukan bahwa HPV mampu bertahan di sela-sela kuku yang panjang dan kurang dijaga kebersihannya.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
