Kutu Penyebab Penyakit Lyme (Canva)
JawaPos.com - Penyakit Lyme adalah salah satu penyakit menular yang bisa menyerang manusia melalui perantara gigitan kutu. Penyakit ini berhubungan dengan bakteri Borrelia yang hidup pada tubuh kutu.
Penyakit Lyme banyak ditemukan di wilayah Amerika Utara, Eropa, hingga Asia. Meski begitu, kasusnya bisa muncul di negara lain dengan lingkungan yang mendukung hidup kutu.
Gejala penyakit Lyme sering kali mirip penyakit lain sehingga banyak orang tidak menyadarinya. Oleh sebab itu, penting mengenali penyebab, tanda, dan cara pengobatan penyakit Lyme.
Dilansir dari Mayo Clinic, berikut ini penyebab, gejala, komplikasi, hingga langkah pencegahan serta pengobatan penyakit Lyme yang penting diketahui.
Penyebab Penyakit Lyme
Penyakit Lyme disebabkan oleh bakteri Borrelia yang ditularkan melalui gigitan kutu rusa atau kutu berkaki hitam. Kutu ini membawa bakteri setelah mengisap darah hewan inang.
Di Amerika Serikat, kutu rusa menjadi perantara utama penyakit ini. Sementara di Eropa, spesies kutu berbeda juga terbukti menjadi pembawa bakteri Borrelia yang menyebabkan penyakit Lyme.
Kutu dapat mengisap darah inang selama beberapa hari hingga tubuhnya membesar. Jika kutu terinfeksi menggigit manusia, bakteri Borrelia dapat masuk ke aliran darah.
Baik kutu muda maupun kutu dewasa bisa menularkan penyakit Lyme. Kutu muda sulit terlihat karena ukurannya kecil, sehingga banyak orang tidak sadar sudah tergigit.
Gejala Penyakit Lyme
Tahap 1: Gejala Awal
Dilansir dari laman Halodoc, gejala awal penyakit Lyme biasanya muncul 3–30 hari setelah gigitan kutu. Pada tahap ini gejala masih terbatas namun cukup khas.
Ruam berbentuk lingkaran yang perlahan menyebar dari titik gigitan menjadi tanda paling umum. Namun, tidak semua penderita penyakit Lyme mengalami ruam khas tersebut.
Ruam bisa tampak seperti sasaran dengan bagian tengah lebih bening. Biasanya terasa hangat saat disentuh, tetapi tidak gatal atau menyakitkan.
Gejala awal lain meliputi demam, sakit kepala, kelelahan, nyeri otot, sendi kaku, serta pembengkakan kelenjar getah bening.

Prediksi Skor Amerika Serikat vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: The Stars and Stripes Tak Ingin Malu!
Prediksi Skor Swiss vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Granit Xhaka Cs Siap Libas El Khadra Demi Tiket 16 Besar
Prediksi Skor Spanyol vs Austria di Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Jadi Pembeda
Prediksi Skor Belgia vs Senegal di Piala Dunia 2026: Setan Merah Emoh Angkat Koper Lebih Dulu!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Joao Felix Pede Singkirkan Skuad Vatreni!
Prediksi Skor Inggris vs RD Kongo: Bursa Jagokan Three Lions, Opta Beri Peluang Menang 73,9 Persen
Silaturahmi dengan Suporter PSIS, Malut United Pastikan Tak Pakai Nama Semarang dan Siap Mengalah soal Stadion
Ditunggu Saja! Persebaya Surabaya Siapkan 7 Pemain Asing Baru Usai Rombak Skuad Musim Lalu
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Cristiano Ronaldo Cs Lolos ke 16 Besar
