
lustrasi seorang perempuan yang mengalami kedutan pada matanya. (freepik)
JawaPos.com - Kedutan adalah gerakan kecil pada otot yang terjadi secara tidak sadar dan berulang, biasanya terasa seperti getaran ringan di bawah kulit. Kondisi ini umum dialami oleh banyak orang dan bisa muncul di berbagai bagian tubuh, seperti kelopak mata, pipi, lengan, atau kaki.
Kedutan pada mata dalam dunia medis disebut dengan miokimia. Umumnya kondisi ini terjadi di kelopak mata bagian atas atau bawah. Kondisi ini berlangsung singkat, tidak menimbulkan rasa sakit, dan sering kali hilang dengan sendirinya tanpa memerlukan pengobatan.
Pada sebagian kasus, kedutan tidak berbahaya dan hanya merupakan tanda tubuh lelah atau membutuhkan istirahat. Namun, jika terjadi terus-menerus atau disertai gejala lain, kedutan bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang lebih serius. Dikutip dari Halodoc dan HelloSehat, terdapat beberapa penyebab utama mata mengalami kedutan.
1, Stres
Saat tubuh mengalami stres, aktivitas saraf dan hormon stres seperti adrenalin dan kortisol akan meningkat. Kondisi ini membuat otot kecil di sekitar mata, menjadi lebih tegang dan mudah berkontraksi tanpa sadar. Upaya untuk menguranginya adalah dengan melakukan yoga atau meditasi, agar tubuh bisa lebih rileks.
2. Kelelahan
Otot kecil di sekitar mata bekerja terus-menerus saat kita beraktivitas, terutama jika mata dipaksa menatap layar terlalu lama atau kurang istirahat. Saat tubuh lelah, sistem saraf yang mengatur kerja otot menjadi tidak stabil, sehingga otot mata lebih mudah berkontraksi secara spontan.
Selain itu, kelelahan akibat kurang tidur dapat memperburuk kondisi ini, karena tubuh tidak sempat melakukan pemulihan otot dan saraf dengan optimal. Akibatnya, muncul kedutan pada mata sebagai tanda bahwa mata sedang butuh istirahat.
3. Mata Kering
Mata yang kering karena kurangnya pelembap alami membuat permukaan mata terasa iritasi. Kondisi ini memicu saraf di sekitar mata menjadi lebih sensitif dan mudah mengirim sinyal ke otot kelopak mata. Akibatnya, otot kelopak mata berkontraksi secara tidak terkendali dan timbul kedutan.
Selain itu, saat mata kering biasanya seseorang cenderung lebih sering mengedip atau mengucek mata untuk mengurangi rasa tidak nyaman. Aktivitas ini justru memberi tekanan tambahan pada otot mata, sehingga kedutan lebih mudah terjadi. Solusinya bisa dengan menggunakan tetes mata untuk menjaga kelembapan mata.
4. Kekurangan Nutrisi
Kekurangan nutrisi terutama magnesium bisa memicu mata kedutan, karena tubuh membutuhkan zat gizi tertentu untuk menjaga fungsi saraf dan otot tetap optimal. Jika asupan nutrisi tidak mencukupi, sinyal saraf ke otot kelopak mata bisa terganggu dan menyebabkan kontraksi tak terkendali.
5. Terlalu Banyak Mengonsumsi Kafein atau Alkohol
Konsumsi kafein dan alkohol secara berlebihan dapat memicu terjadinya mata kedutan karena keduanya memengaruhi sistem saraf dan otot. Kafein berperan sebagai stimulan yang meningkatkan aktivitas sistem saraf, sehingga dapat memicu kontraksi kecil pada kelopak mata.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Profil Anthony Xie, Suami Audi Marissa yang Digugat Cerai: Beberapa Tahun Berkarier di Taiwan-China
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Lecce vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Imbang di Via del Mare

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022