Ilustrasi seseorang yang mengalami bintitan (Dok. Kemenkes)
JawaPos.com - Hampir semua orang di Indonesia mungkin pernah mendengar candaan klasik "jangan ngintip, nanti bintitan." Kalimat ini sering dilontarkan saat melihat seseorang mengalami bengkak kecil di kelopak mata. Mitos ini sudah mengakar kuat dalam budaya masyarakat dan sering dijadikan bahan gurauan. Namun, tahukah kamu bahwa di balik candaan itu terdapat fakta medis yang jauh berbeda.
Secara medis, hordeolum atau bintitan merupakan infeksi yang terjadi pada kelenjar minyak di sekitar kelopak mata. Kondisi ini ditandai dengan munculnya benjolan kecil berisi nanah yang terasa nyeri. Bintitan bukanlah hasil dari "mengintip," melainkan disebabkan oleh infeksi bakteri Staphylococcus aureus yang menyumbat kelenjar sebaceous atau kelenjar keringat.
Bintitan juga terbagi menjadi dua jenis utama berdasarkan lokasi kemunculannya. Setiap jenis memiliki karakteristik dan tingkat kesulitan penyembuhan yang berbeda.
1. Hordeolum Eksternal
Jenis ini paling umum ditemukan dan biasanya muncul di pangkal bulu mata bagian luar. Ditandai dengan nyeri yang cukup mengganggu dan kemerahan yang jelas terlihat. Hordeolum eksternal lebih mudah dikenali karena posisinya di permukaan luar kelopak mata, sehingga umumnya lebih mudah disembuhkan.
2. Hordeolum Internal
Bintitan ini tumbuh di bagian dalam kelopak mata dan merupakan kondisi yang lebih jarang tetapi lebih serius. Jenis ini cenderung menimbulkan rasa nyeri yang lebih parah dan berlangsung lebih lama. Kondisi ini perlu diwaspadai karena dapat berkembang menjadi kalazion jika tidak ditangani dengan baik. Sayangnya, lokasi yang tersembunyi membuat hordeolum internal lebih sulit dideteksi dan diobati secara mandiri.
Meski terlihat sepele, bintitan sering kali mengganggu aktivitas sehari-hari karena rasa nyeri, kelopak mata yang terasa berat, hingga pandangan yang terganggu. Gejala yang paling mudah dikenali agar kamu dapat segera melakukan pengobatan meliputi:
Selain gejala, kamu juga perlu tahu faktor pemicu munculnya bintitan. Mengutip dari Mayo Clinic, beberapa kebiasaan dan kondisi yang dapat meningkatkan risiko terkena bintitan antara lain:
Umumnya, bintitan dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu kurang lebih satu minggu. Namun, JEC Eye Hospital and Clinics memberikan beberapa arahan untuk mempercepat proses penyembuhan:
1. Kompres Hangat dan Pijatan Lembut
Kamu dapat meletakkan kompres hangat pada kelopak mata yang tertutup selama 2–5 menit sambil memijat lembut untuk mempercepat pematangan bintitan. Gunakan kain lap bersih yang direndam air hangat. Ulangi proses ini setiap 2 jam untuk hasil optimal.
2. Menjaga Kebersihan Area Mata
Bersihkan kelopak mata dengan lembut menggunakan tisu atau kain lap bersih. Lakukan dengan gerakan hati-hati untuk menghindari iritasi tambahan. Gunakan air bersih atau larutan saline, dan hindari sabun atau produk pembersih keras yang dapat memperparah kondisi.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
