Logo JawaPos
Author avatar - Image
16 September 2025, 20.15 WIB

5 Kebiasaan Sehari-hari yang Bikin Karang Gigi Cepat Muncul, Tak Hanya Jarang Sikat Gigi!

Ilustrasi seseorang yang melakukan pembersihan karang gigi (Dok. Freepik) - Image

Ilustrasi seseorang yang melakukan pembersihan karang gigi (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Bagi sebagian orang, menggosok gigi sehari sekali mungkin sudah cukup untuk membuat mulut bersih dan segar. Padahal, kebiasaan ini dapat berdampak serius pada kesehatan gigi dan mulut dalam jangka panjang. Sisa makanan yang tidak terangkat sempurna dapat menumpuk dan menjadi plak yang lama kelamaan akan mengeras menjadi karang gigi.

Karang gigi, atau dalam istilah medis disebut kalkulus, merupakan deposit keras yang terbentuk dari penumpukan plak yang mengalami mineralisasi. Plak gigi yang awalnya berupa lapisan lengket dan lunak akan mengeras seiring waktu jika tidak dibersihkan dengan baik. Proses pembentukan karang gigi dimulai dari akumulasi bakteri, protein dari air liur, dan sisa-sisa makanan yang menempel pada permukaan gigi. Ketika plak ini tidak dibersihkan dalam waktu 24–72 jam, mineral dari air liur akan mulai mengendap dan mengeras, membentuk karang gigi yang sulit dihilangkan dengan sikat gigi biasa.

Kondisi ini sering kali membuat seseorang menjadi tidak percaya diri dengan penampilannya. Tidak hanya mengganggu penampilan, karang gigi juga dapat memicu peradangan gusi, bahkan meningkatkan risiko gigi berlubang. Namun, terbentuknya karang gigi ternyata tidak hanya dipicu oleh sisa makanan yang menempel. Hello Sehat menyoroti beberapa kebiasaan sehari-hari yang mungkin tanpa disadari turut berperan besar dalam mempercepat munculnya karang gigi.

1. Faktor Usia

Seiring bertambahnya usia, struktur dan fungsi rongga mulut mengalami berbagai perubahan yang dapat meningkatkan risiko pembentukan karang gigi. Produksi air liur cenderung menurun, padahal air liur berperan penting dalam membersihkan sisa makanan dan menetralkan asam di mulut. Selain itu, kemampuan motorik dan koordinasi tangan juga dapat menurun, sehingga efektivitas pembersihan gigi menjadi berkurang.

2. Merokok

Perokok memiliki risiko dua kali lebih tinggi untuk mengalami masalah kesehatan gusi dibandingkan non-perokok. Nikotin dan tar dalam rokok dapat mengurangi aliran darah ke gusi, sehingga menurunkan kemampuan jaringan gusi untuk melawan infeksi bakteri. Zat kimia dalam rokok juga dapat mengubah komposisi air liur dan mengurangi produksinya, yang menciptakan lingkungan yang lebih kondusif bagi pertumbuhan bakteri. Kebiasaan merokok juga dapat menyebabkan perubahan warna karang gigi menjadi lebih gelap dan sulit dibersihkan.

3. Mengonsumsi Makanan Tertentu

Makanan dan minuman yang mengandung gula tinggi seperti permen, cokelat, kue, es krim, dan minuman bersoda dapat mempercepat pembentukan plak dan karang gigi. Bakteri dalam mulut akan memfermentasi gula dan menghasilkan asam yang dapat merusak email gigi serta menciptakan lingkungan yang mendukung pembentukan plak. Selain itu, makanan yang lengket atau bertekstur keras juga dapat meninggalkan residu yang sulit dibersihkan, terutama di sela-sela gigi.

4. Kebersihan Gigi yang Buruk

Sebagian orang mungkin berpikir menggosok gigi dengan durasi lama dan kencang sudah benar dan maksimal, padahal gosok gigi harus dilakukan dengan perlahan dan gerakan memutar, serta selama kurang lebih 2 menit. Teknik menggosok gigi yang salah, penggunaan sikat gigi yang sudah tidak layak pakai, atau tidak menggunakan benang gigi dapat menyebabkan penumpukan plak yang kemudian mengeras menjadi karang gigi. Banyak juga orang yang hanya fokus pada permukaan gigi yang mudah dijangkau dan mengabaikan area sulit seperti garis gusi dan sela-sela gigi.

5. Jarang Minum Air

Air putih berperan penting dalam menjaga kesehatan mulut dengan membantu produksi air liur. Ketika asupan air kurang, produksi air liur akan menurun, sehingga kemampuan alami mulut untuk membersihkan diri menjadi terganggu. Air liur berfungsi sebagai pembersih alami yang dapat membilas sisa makanan, menetralkan asam yang diproduksi bakteri, dan mengangkut mineral penting untuk remineralisasi gigi. Oleh karena itu, jika kamu jarang minum air putih hingga mengalami dehidrasi kronis, mulut akan kering, yang sangat kondusif bagi pertumbuhan bakteri dan pembentukan plak.

Untungnya, karang gigi dapat dicegah dengan menerapkan kebiasaan sederhana sebagai rutinitas sehari-hari. Cleveland Clinic memberikan beberapa arahan yang dapat kamu ikuti sebagai upaya pencegahan munculnya karang gigi:

  • Biasakan menggosok gigi 2–3 kali sehari menggunakan sikat gigi berbulu halus dan pasta gigi berfluoride.
  • Pastikan untuk selalu membersihkan sela-sela gigi menggunakan benang gigi.
  • Berkumur dengan obat kumur antibakteri bebas alkohol dua kali sehari untuk membunuh bakteri mulut penyebab penumpukan plak.
  • Hindari atau kurangi kebiasaan merokok.
  • Lakukan pemeriksaan dan pembersihan gigi secara rutin ke dokter.

Langkah-langkah ini dapat membantu mencegah munculnya karang gigi. Karena bagaimanapun, mencegah lebih baik daripada mengobati. Dengan menerapkan kebiasaan sederhana ini, kita dapat menjaga kesehatan gigi dan mulut hingga usia lanjut, serta mengurangi risiko kerusakan gigi yang lebih parah di kemudian hari.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore