Kekhawatiran akan rambut rontok bukan tanpa alasan, mengingat rambut memiliki peran penting dalam penampilan dan kepercayaan diri seseorang. Namun, dalam kehidupan modern saat ini, stres akibat pekerjaan atau tekanan sosial justru memicu kerontokan rambut semakin parah.
Ditambah dengan kebiasaan menggunakan alat styling bersuhu tinggi, pewarnaan rambut berulang kali, atau diet ekstrim yang tidak seimbang, semua ini juga berkontribusi terhadap meningkatnya kerontokan rambut.
Menurut Harvard Medical School, kerontokan rambut sebenarnya dapat bervariasi mulai dari penipisan ringan hingga kebotakan total. Penyebab kerontokan rambut juga berbeda-beda setiap individunya.
1. Telogen Effluvium
Kerontokan rambut ini merupakan yang paling umum terjadi pada kebanyakan orang. Kondisi ini biasanya muncul dua hingga tiga bulan setelah seseorang mengalami stres besar seperti sakit berkepanjangan, operasi besar, atau infeksi serius. Selain itu, kondisi ini juga dipicu oleh perubahan hormon mendadak, terutama pada wanita setelah melahirkan. Walaupun dalam kondisi ini rambut akan menipis di beberapa bagian kepala, tetapi jarang terlihat area botak yang besar.
2. Efek Samping Obat-obatan
Mengonsumsi obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan kerontokan rambut. Obat seperti lithium, beta-blocker, warfarin, heparin, amfetamin, dan levodopa dapat menjadi pemicu kerontokan rambut. Adapun obat-obatan kemoterapi seperti doxorubicin sangat umum menyebabkan kerontokan rambut mendadak yang meliputi seluruh bagian kepala.
3. Gejala Penyakit Medis
Rambut rontok juga dapat menjadi indikasi atau gejala penyakit medis tertentu seperti lupus sistemik, sifilis, gangguan tiroid, atau ketidakseimbanhan hormon seks. Adapun kondisi dimana kekurangan nutrisi seperti protein. zat besi, seng, atau biotin juga dapat menyebabkan kerontokan rambut. Defisiensi nutrisi ini sering kali terjadi pada seseorang yang menjalani diet ketat tanpa pengawasan ahli atau wanita dengan menstruasi yang sangat berat.
4. Tinea Capitis
Tinea capitis ini umumnya terjadi pada anak-anak. Kondisi ini merupakan infeksi jamur pada kulit kepala yang menyebabkan kerontokan rambut yang berbentuk bercak-bercak. Kondisi ini terjadi ketika jenis jamur tertentu menginfeksi kulit kepala dan menyebabkan rambut patah di permukaan kulit kepala dan kulit kepala mengelupas atau bersisik.
5. Alopecia Areata
Alopecia areata merupakan penyakit autoimun yang menyebabkan rambut rontok dalam satu atau beberapa area kecil. Namun, penyebabnya belum diketahui dengan pasti, meskipun lebih sering terjadi pada seseorang yang memiliki penyakit autoimun lainnya. Adapun kondisi yang sama dengan kerontokan rambut total di kulit kepala, maka kondisi tersebut dikenal sebagai alopecia totalis.
6. Alopcia Traumatik
Kondisi ini merupakan kerontokan rambut yang disebabkan oleh teknik penataan rambut yang menarik rambut terlalu kencang seperti kepang ketat, cornrow, atau sanggul yang terlalu kencang. Selain itu, papatan panas ekstrem dari catokan atau hair dryer bersuhu tinggi juga dapat merusak batang rambut dan menyebabkan kerontokan. adapun penggunaan bahan kimia kuat seperti bleaching, pewarnaan rambut berlebihan, atau permanent wave juga dapat melemahkan struktur rambut sehingga mudah patah dan rontok.
7. Kebotakan Pola Herediter (Androgenetic Alopecia)
Jenis kerontokan ini disebabkan oleh kombinasi dari faktor genetik, hormon androgen, dan pertambahan usia. Pada pria, kebotakan ini mengikuti pola khas dengan garis rambut depan yang mundur dan penipisan rambut di bagian atas kepala (crown), kondisi ini bisa dimulai kapan saja bahkan sejak masa remaja. Sedangkan pada wanita, penipisan rambut terjadi secara merata di bagian atas, tetapi biasanya tidak mempengaruhi garis rambut depan. Meskipun tidak dapat dicegah sepenuhnya, berbagai perawatan medis tersedih untuk memperlambat proses dan merangsang pertumbuhan rambut.
Walaupun tidak semua jenis kerontokan rambut dapat dicegah, Mayo Clinic memberikan beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk pencegahan rambut rontok. Namun perlu diingat bahwa langkah-langkah ini perlu diterapkan dalam rutinitas perawatan rambut sehari-hari.
- Bersikap lembut pada rambut. Hindari menyisir atau mengikat ketika rambut basah menggunakan sisir bergigi lebar untuk mencegah rambut tercabut.
- Kurani styling rambut dengan alat panas seperti catokan atau hair dryer.
- Hindari mengepang atau menjepit rambut terlalu kencang.
- Melindungi rambut dari sinar matahari.
- Berhenti merokok.
- Gunakan cooling cap selama kemoterapi untuk mengurangi risiko kerontokan rambut.
Menerapkan langkah-langkah ini dalam kehidupan sehari-hari dapat menurunkan risiko kerontokan rambut dan mengurangi jumlah helaian rambut yang rontok. Namun, kamu juga perlu memahami penyebab rambut rontok dan segera berkonsultasi dengan tenaga medis jika mengalami kerontokan yang berlebihan. Dengan begitu kamu dapat mendapat perawatan yang tepat sesegera mungkin.