Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 14 September 2025 | 00.04 WIB

Mengenal Animal Therapy: Cara Kerja dan Manfaatnya dalam Mendampingi Pengobatan Mental dan Fisik

Terapi hewan bersama anjing (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Terapi hewan atau animal therapy semakin populer sebagai pendamping pengobatan fisik dan mental. Dari anjing hingga kuda, kehadiran hewan terbukti mampu menenangkan pikiran dan memberi energi positif. Bagaimana sebenarnya terapi ini bekerja, siapa saja yang bisa mendapat manfaat, dan apa risiko yang mungkin muncul? 

Animal therapy, atau dikenal juga sebagai pet therapy, adalah metode pendamping pengobatan yang memanfaatkan interaksi dengan hewan untuk membantu pemulihan kondisi fisik maupun mental.

Hewan yang digunakan bisa beragam, mulai dari anjing, kuda, hingga burung. Terapi ini tidak dimaksudkan menggantikan pengobatan utama, melainkan sebagai pelengkap yang memberikan efek menenangkan dan meningkatkan kesejahteraan emosional.

Melansir dari Medical News Today, terapi hewan memanfaatkan konsep human-animal bond, yaitu ikatan khusus antara manusia dan hewan. Ikatan ini dapat mengurangi kebosanan, mendorong aktivitas fisik, memberikan rasa kebersamaan, dan meningkatkan suasana hati.

Cara Kerja Animal Therapy

Proses terapi biasanya melibatkan hewan dan pawang yang terlatih. Pawang bekerja sama dengan tenaga medis untuk mencapai tujuan terapi, seperti memberikan kenyamanan, mengurangi rasa sakit, meningkatkan keterampilan motorik, hingga memotivasi pasien agar lebih aktif. 

Sebelum digunakan, hewan dan pawang harus melalui serangkaian pelatihan, tes kesehatan, dan uji temperamen untuk memastikan keamanan dan profesionalisme.

Penting dicatat bahwa hewan terapi berbeda dengan hewan layanan (service animal). Misalnya, anjing terapi tidak memiliki hak untuk masuk ke semua tempat umum seperti halnya anjing pemandu.

Siapa yang Bisa Mendapat Manfaat

Animal therapy bermanfaat untuk berbagai kondisi, baik mental maupun fisik. Dalam aspek mental, terapi ini dapat menurunkan kecemasan, mengurangi stres, dan meningkatkan dukungan sosial. 

Penelitian menunjukkan manfaat signifikan pada penderita depresi, gangguan kecemasan, autisme, ADHD, skizofrenia, hingga PTSD. Bahkan, remaja yang menjalani perawatan kesehatan mental dilaporkan merasakan efek positif setelah berinteraksi dengan anjing terapi.

Untuk kesehatan fisik, terapi hewan dapat membantu pemulihan pasien stroke, kanker, gagal jantung, hingga epilepsi. Kehadiran hewan mampu memotivasi pasien agar rutin berolahraga, mengurangi rasa sakit, dan mempercepat proses pemulihan.

Risiko yang Perlu Diperhatikan

Meski bermanfaat, terapi hewan tidak cocok untuk semua orang. Alergi bulu hewan, rasa takut pada hewan, atau keterikatan emosional berlebihan bisa menjadi hambatan. Hewan terapi yang berkunjung ke rumah sakit atau fasilitas perawatan jangka panjang juga berpotensi membawa penyakit, sehingga pemeriksaan kesehatan rutin sangat penting.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore