Terapi hewan bersama anjing (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Terapi hewan atau animal therapy semakin populer sebagai pendamping pengobatan fisik dan mental. Dari anjing hingga kuda, kehadiran hewan terbukti mampu menenangkan pikiran dan memberi energi positif. Bagaimana sebenarnya terapi ini bekerja, siapa saja yang bisa mendapat manfaat, dan apa risiko yang mungkin muncul?
Animal therapy, atau dikenal juga sebagai pet therapy, adalah metode pendamping pengobatan yang memanfaatkan interaksi dengan hewan untuk membantu pemulihan kondisi fisik maupun mental.
Hewan yang digunakan bisa beragam, mulai dari anjing, kuda, hingga burung. Terapi ini tidak dimaksudkan menggantikan pengobatan utama, melainkan sebagai pelengkap yang memberikan efek menenangkan dan meningkatkan kesejahteraan emosional.
Melansir dari Medical News Today, terapi hewan memanfaatkan konsep human-animal bond, yaitu ikatan khusus antara manusia dan hewan. Ikatan ini dapat mengurangi kebosanan, mendorong aktivitas fisik, memberikan rasa kebersamaan, dan meningkatkan suasana hati.
Cara Kerja Animal Therapy
Proses terapi biasanya melibatkan hewan dan pawang yang terlatih. Pawang bekerja sama dengan tenaga medis untuk mencapai tujuan terapi, seperti memberikan kenyamanan, mengurangi rasa sakit, meningkatkan keterampilan motorik, hingga memotivasi pasien agar lebih aktif.
Sebelum digunakan, hewan dan pawang harus melalui serangkaian pelatihan, tes kesehatan, dan uji temperamen untuk memastikan keamanan dan profesionalisme.
Penting dicatat bahwa hewan terapi berbeda dengan hewan layanan (service animal). Misalnya, anjing terapi tidak memiliki hak untuk masuk ke semua tempat umum seperti halnya anjing pemandu.
Siapa yang Bisa Mendapat Manfaat
Animal therapy bermanfaat untuk berbagai kondisi, baik mental maupun fisik. Dalam aspek mental, terapi ini dapat menurunkan kecemasan, mengurangi stres, dan meningkatkan dukungan sosial.
Penelitian menunjukkan manfaat signifikan pada penderita depresi, gangguan kecemasan, autisme, ADHD, skizofrenia, hingga PTSD. Bahkan, remaja yang menjalani perawatan kesehatan mental dilaporkan merasakan efek positif setelah berinteraksi dengan anjing terapi.
Untuk kesehatan fisik, terapi hewan dapat membantu pemulihan pasien stroke, kanker, gagal jantung, hingga epilepsi. Kehadiran hewan mampu memotivasi pasien agar rutin berolahraga, mengurangi rasa sakit, dan mempercepat proses pemulihan.
Risiko yang Perlu Diperhatikan
Meski bermanfaat, terapi hewan tidak cocok untuk semua orang. Alergi bulu hewan, rasa takut pada hewan, atau keterikatan emosional berlebihan bisa menjadi hambatan. Hewan terapi yang berkunjung ke rumah sakit atau fasilitas perawatan jangka panjang juga berpotensi membawa penyakit, sehingga pemeriksaan kesehatan rutin sangat penting.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
