
Ilustrasi scaling gigi disarankan dilakukan selam 6 bulan sekali. (freepik)
JawaPos.com–Menjaga kesehatan mulut termasuk di dalamnya bibir, gigi, gusi, dan lidah, merupakan investasi jangka panjang membuat seseorang percaya diri. Gigi merupakan bagian dari mulut yang wajib dijaga kebersihannya setiap hari agar tetap sehat dan tidak menyebabkan bau mulut.
Scaling gigi secara rutin setiap 6 bulan sekali sudah menjadi bagian dari gaya hidup modern yang memiliki banyak manfaat. Berikut manfaatnya dan bagaimana hal kecil bisa berdampak besar pada kualitas hidup.
Dilansir dari Alodokter (2022), plak dan karang gigi yang menempel pada permukaan dan garis gusi sulit dibersihkan dan dihilangkan sendiri, meskipun setiap harinya seseorang rajin menyikat gigi. Scaling gigi secara professional dapat membantu mengangkat endapan plak yang menumpuk dengan menggunakan alat khusus, baik manual maupun ultrasonik.
Plak yang tidak terkendali dapat mengahasilkan asam yang bisa merusak enamel gigi, sehingga menyebabkan gigi berlubang. Dengan scaling setiap enam bulan sekali bisa membantu mencegah kerusakan gigi lebih lanjut.
Dilansir dari Sayersdental (2023), kebiasaan minum kopi, teh, alkohol, dan minuman yang berwarna lainnya bisa menyebabkan noda, gigi tampak kusam, dan bau mulut. Scaling dapat mengangkat noda yang sulit hilang dengan alat professional, sehingga membuat gigi tampak lebih cerah, bersinar dan membuat napas lebih segar dan terhindar dari bau mulut.
Karang gigi merupakan tempat berkembangnya bakteri penyebab infeksi gusi. Jika tidak dibersihkan, dapat memicu gingigvitis atau pembengkakan pada gusi dan mudah berdarah, lalu berkembang menjadi periodontitis yang berpotensi menyebabkan kerusakan pada tulang penyangga sehingga menyebabkan gigi lepas dari akarnya.
Kesehatan pada mulut sangat berkaitan dengan kesehatan sistematik. Bakteri yang berasal dari mulut lalu masuk ke aliran darah dapat menigkatkan risiko penyakit jantung dan inflamasi sistematik.
Dengan rutin melakukan scaling gigi sekali enam bulan, maka berpotensi membantu mengurangi risiko penyakit yang disebabkan bakteri tersebut. Dengan rutin melakukan scaling berarti mencegah sebelum mengobati sehingga dapat mengurangi kebutuhan perawatan yang mahal seperti tambal gigi, pencabutan gigi berlubang, atau perawatan saluran akar di kemudian hari.
Dilansir dari Dkonsul (2022), sebuah penelitian dari American Dental Association (ADA), merekomendasikan scaling dan pemeriksaan gigi rutin setiap enam bulan sekali untuk menjaga kesehatan mulut secara maksimal. Studi juga mengatakan bahwa pembersihan rutin dapat membantu mencegah akumulasi plak dan karang pada gigi sehingga membuat gusi menjadi lebih sehat.
Masih banyak yang merasa takut ketika hendak melakukan scaling gigi, padahal prosedur yang dilakukan aman, cepat dan tentunya memberikan banyak manfaat untuk kesehatan mulut maupun penampilan. Biasanya butuh 30-60 menit untuk melakukan scaling gigi, tergantung seberapa banyak karang gigi yang telah menumpuk. Memang, sedikit terasa tidak nyaman selama proses scaling berlangsung, tetapi semua itu sebnading dengan hasil yang diberikan.
Agar Anda lebih tenang, berikut tahap scaling gigi yang biasanya dilakukan dokter.
1. Pemeriksaan Awal
Dokter gigi akan memeriksa rongga mulut secara menyeluruh menggunakan cermin kecil dan alat khusus. Dari sini, dokter bisa mengetahui lokasi serta jumlah karang gigi yang menempel.
2. Pemberian Anestesi Lokal (Jika Diperlukan)
Untuk pasien dengan karang gigi tebal atau gusi yang sensitif, dokter bisa memberikan anestesi lokal. Tujuannya untuk mengurangi rasa tidak nyaman selama proses berlangsung. Jangan ragu untuk berdiskusi dengan dokter jika Anda merasa khawatir soal ini.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
