
Ilustrasi Tikus membawa penyakit berbahaya. (Freepik/Vektormakro)
JawaPos.com-Kasus mengejutkan dari India. Bayi baru lahir dilaporkan meninggal dunia usai diduga digigit tikus di ruang NICU, Rumah Sakit Maharaja Yeshwantrao (MYH), Indore, India, seperti diberitakan The Times of India.
Pihak rumah sakit menyebut bahwa kondisi bayi memang sudah lemah. Namun, insiden gigitan tikus ini tetap menjadi sorotan karena memperlihatkan lemahnya pengawasan kebersihan di fasilitas kesehatan tersebut.
Kejadian ini pun memunculkan pertanyaan besar, seberapa berbahaya gigitan tikus bagi manusia?
Bahaya Tikus bagi Kesehatan Manusia
Menurut dr. Chrisan Bimo, melalui channel YouTube @dokterbimo, tikus termasuk hewan yang berpotensi berbahaya. Hewan pengerat ini dapat menularkan penyakit lewat air liur dan kotorannya.
Selain itu, tikus juga sering menjadi tempat bagi parasit seperti kutu, pinjal, tungau, hingga caplak yang bisa menyebarkan berbagai penyakit menular.
Tikus biasanya tidak agresif, tetapi bisa menggigit saat merasa terancam. Namun, dr. Bimo menemui banyak kasus digigit tikus ketika sedang tidur atau membersihkan rumah.
Beberapa ciri gigitan tikus Adalah luka berupa satu tusukan jelas karena gigi tikus cukup besar, rasa sakit seperti cubitan tajam, mungkin terlihat darah di area gigitan.
Pertolongan Pertama Setelah Digigit Tikus
Dr. Bimo menjelaskan, jika kamu atau orang di sekitarmu digigit tikus, segera lakukan langkah-langkah berikut.
Infeksi akibat gigitan tikus biasanya muncul 3-10 hari setelah gigitan, dengan tanda-tanda luka merah, bengkak, panas, atau bernanah. Selain itu, demam, nyeri sendi, tangan dan kaki bengkak, serta bisa muncul darah dalam urine.
Penyakit yang Bisa Ditularkan Tikus
Gejalanya berupa demam, sakit kepala, nyeri sendi, mual, hingga bengkak tangan dan kaki. Gejala ini muncul 3 hari setelah gigitan, bisa berlangsung sekitar 1-3 minggu.
Gejalanya muncul sekitar 1-3 minggu setelah gigitan. Bisa berupa iritasi kulit, pembengkakan, demam, hingga pembesaran kelenjar getah bening.
Infeksi ini bisa menyebabkan demam berkepanjangan hingga kerusakan ginjal.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
