
Ilustrasi keadaan ibu hamil saat melihat calon janin yang di kandungnya (Freepik)
JawaPos.com – Saat hamil, perempuan umumnya mengalami ngidam, baik berupa keinginan terhadap hal-hal unik maupun makanan tertentu. Namun, tidak semua keinginan tersebut sebaiknya dipenuhi, terutama jika menyangkut makanan yang berpotensi kurang baik bagi kesehatan ibu maupun janin.
Menjaga kondisi tubuh ibu hamil sangatlah penting karena kesehatan janin bergantung pada kesehatan sang ibu. Oleh karena itu, diperlukan kecermatan dalam memilih asupan harian. Prioritasnya adalah makanan bergizi seimbang dan bernutrisi tinggi agar memberikan manfaat positif bagi tumbuh kembang janin sekaligus menjaga stamina ibu.
Asupan makanan sehat sangat penting bagi ibu hamil untuk menjaga kondisi janin tetap sehat sekaligus memastikan kebutuhan gizi seimbang tercukupi.
Nutrisi yang dibutuhkan selama masa kehamilan dapat diperoleh dari berbagai sumber, seperti kacang-kacangan, susu, hingga suplemen vitamin. Mengutip laman Kementerian Kesehatan, beberapa jenis makanan yang disarankan bagi ibu hamil antara lain:
- Kalsium dari susu
Kalsium dapat diperoleh dari berbagai sumber makanan, seperti susu, yoghurt, keju, ikan, sayuran hijau, serta jenis seafood rendah merkuri seperti salmon, lele, dan udang.
Bagi ibu hamil, kebutuhan kalsium harian mencapai sekitar 1.000 miligram. Jumlah ini sebaiknya dikonsumsi dalam dua kali dosis, masing-masing 500 miligram per hari, agar penyerapannya lebih optimal.
- Asam folat dan protein dari kacang-kacangan, hati, dan sayur
Kacang-kacangan begitu kaya akan serat, protein, dan asam folat. Kacang kedelai, kacang polong, dan kacang tanah akan sangat membantu tumbuh kembang si kecil dalam trimester pertama.
Selain itu, asupan folat juga dapat ditemukan pada telur, hati, dan sayuran berdaun hijau tua.
Dalam menyajikan sayuran untuk ibu hamil, hal penting yang harus diperhatikan adalah proses pencuciannya. Sayuran perlu dibersihkan dengan seksama agar sisa tanah atau kotoran hilang sepenuhnya, sebab jika terkontaminasi dan terkonsumsi, dapat menimbulkan risiko bagi kesehatan janin.
- Zat besi dari daging merah tanpa lemak
Zat besi berperan penting dalam menurunkan risiko anemia defisiensi besi yang dapat membuat ibu hamil cepat lelah. Jika kondisi anemia ini cukup parah, risikonya bisa meningkat hingga menyebabkan kelahiran prematur.
Sumber zat besi dapat diperoleh dari daging merah tanpa lemak, unggas, ikan, sayuran, hingga kacang-kacangan. Namun, saat mengonsumsi daging merah, pastikan daging dimasak matang sepenuhnya hingga tidak ada bagian tengah yang masih berwarna merah, untuk mencegah kontaminasi bakteri salmonella.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
