Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 11 September 2025 | 02.57 WIB

Waspada, Fast Food Semakin Tinggi Kalori dan Berisiko Picu Penyakit Kronis

Seorang pria yang hendak mengkonsumsi fast food (freepik) - Image

Seorang pria yang hendak mengkonsumsi fast food (freepik)

JawaPos.com - Fast food sering dipilih karena cepat, murah, dan mudah ditemukan. Namun, di balik kepraktisannya, makanan cepat saji menyimpan risiko besar bagi kesehatan. Sebuah penelitian terbaru mengungkap fakta mengejutkan, menu restoran fast food ternyata semakin memburuk dari waktu ke waktu, bukan membaik.

Data dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menunjukkan bahwa antara 2013 hingga 2016, sekitar 36,6% orang dewasa di Amerika Serikat mengonsumsi fast food setiap harinya. Angka ini menggambarkan betapa besarnya ketergantungan masyarakat pada makanan instan tersebut.

Dilansir melalui Medical News Today, terdapat survei pada tahun 2018 oleh peneliti dari University of Connecticut yang menemukan bahwa 74% orang tua masih membeli makanan tidak sehat untuk anak-anak mereka di restoran cepat saji, meskipun beberapa jaringan restoran mengklaim telah menambahkan opsi menu yang lebih sehat sejak 2013.

Menu Fast Food Populer yang Semakin Tinggi Kalori

Penelitian terbaru yang diterbitkan di Journal of the Academy of Nutrition and Dietetics menganalisis 10 jaringan restoran cepat saji populer, termasuk McDonald’s, Burger King, KFC, hingga Wendy’s. Studi ini membandingkan menu dari tahun 1986, 1991, dan 2016.

Hasilnya menunjukkan bahwa variasi makanan meningkat hingga 226% dalam kurun 30 tahun. Namun, peningkatan jumlah pilihan menu ini diikuti pula oleh lonjakan kalori, porsi, dan kandungan natrium (garam).

Kategori makanan penutup mencatat kenaikan kalori paling besar, yaitu 62 kilokalori setiap dekade. Disusul dengan menu utama (entrées) yang naik sekitar 30 kilokalori per dekade. Sejalan dengan itu, ukuran porsi juga ikut membesar, dengan tambahan rata-rata 13 gram untuk makanan utama dan 24 gram untuk dessert setiap 10 tahun.

Tak hanya kalori, kadar garam juga meningkat di hampir semua jenis menu. Hal ini menjadi sorotan karena konsumsi garam berlebih berkaitan erat dengan tekanan darah tinggi dan risiko penyakit jantung.

Fast Food dan Hubungannya dengan Penyakit Kronis

Menurut peneliti utama, Megan McCrory, Ph.D., peningkatan kalori, porsi, dan garam dalam menu fast food berkontribusi besar terhadap melonjaknya angka obesitas dan penyakit kronis lainnya di Amerika Serikat. Kondisi ini kini menjadi salah satu penyebab utama kematian di negara tersebut.

McCrory menegaskan bahwa meskipun restoran cepat saji menawarkan beragam pilihan, kenyataannya tren nutrisi justru memburuk dari waktu ke waktu. Dengan kata lain, konsumen tetap terjebak pada pola makan tinggi kalori dan natrium.

Menariknya, penelitian ini juga menemukan bahwa kadar kalsium dan zat besi dalam beberapa menu meningkat dibandingkan 30 tahun lalu, terutama pada makanan penutup. Meski begitu, McCrory mengingatkan bahwa fast food bukanlah sumber utama nutrisi yang baik. Kalsium dan zat besi lebih aman diperoleh dari makanan alami seperti susu, ikan, atau biji-bijian.

Penelitian ini menegaskan bahwa masih banyak pekerjaan rumah bagi industri makanan cepat saji. Upaya mereka menambahkan menu “lebih sehat” belum mampu menutupi kenyataan bahwa secara keseluruhan, fast food semakin tinggi kalori dan porsinya makin besar.

McCrory menekankan pentingnya strategi baru untuk membantu masyarakat mengurangi konsumsi kalori dan garam ketika makan di restoran cepat saji. Hal ini krusial untuk mencegah obesitas dan penyakit kronis lain yang terus meningkat.

Kesimpulannya, meski beberapa perubahan terlihat positif, seperti meningkatnya kandungan kalsium dan zat besi, fast food tetap bukan pilihan ideal untuk memenuhi kebutuhan gizi harian. (*)

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore