Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 11 September 2025 | 02.30 WIB

Waspada! Ini 5 Risiko Kesehatan yang Mengintai dari Kebiasaan Memakai Pakaian Ketat

Ilustrasi setumpuk pakaian dari berbagai jenis dan ukuran (Dok. Freepik) - Image

Ilustrasi setumpuk pakaian dari berbagai jenis dan ukuran (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Seiring perkembangan zaman, pakaian kini perannya meluas menjadi bagian dari mode dan gaya hidup. Oleh karena itu, pemenuhan sandang yang tepat, baik dari segi fungsi maupun kenyamanan, merupakan bagian penting dari kesejahteraan manusia.

Kebiasaan memakai pakaian ketat sering kali dipilih karena alasan penampilan atau gaya, yang dianggap dapat menonjolkan bentuk tubuh sehingga memberikan kesan lebih rapi atau modis.

Namun, di balik tren fesyen itu, penggunaan pakaian ketat yang terlalu sering dan dalam waktu lama dapat menimbulkan berbagai dampak pada kesehatan. Dikutip dari Alodokter, dampak langsung yang mungkin terjadi adalah iritasi kulit, perubahan warna kulit, dan gangguan sirkulasi darah.

Selain itu, terdapat beberapa risiko kesehatan yang lebih membahayakan jika seseorang memiliki kebiasaan memakai pakaian ketat. Berikut adalah penjelasan medisnya.

Dampak Kesehatan Akibat Pakaian Ketat

1. Gangguan Pencernaan

Dikutip dari HelloSehat, memakai baju ketat dapat memperburuk kondisi GERD dan memicu gangguan pencernaan lainnya. Hal ini disebabkan oleh tekanan berlebih pada area perut dan sistem pencernaan.

Jika berlangsung dalam jangka panjang, kenaikan asam lambung terus-menerus berisiko menimbulkan komplikasi serius, seperti esofagitis atau peradangan pada kerongkongan.

2. Saraf Kejepit

Kondisi penjepitan saraf, atau disebut juga meralgia paresthetica, sering terjadi akibat penggunaan pakaian ketat. Kondisi ini dapat menimbulkan sensasi mati rasa, kesemutan, hingga nyeri pada sisi paha dan punggung.

Umumnya, hal ini disebabkan oleh saraf yang berfungsi memberikan sensasi di area paha tertekan, salah satunya akibat penggunaan celana yang terlalu ketat di bagian pinggang atau paha.

3. Infeksi Bakteri atau Jamur pada Area Kewanitaan

Pakaian ketat yang berbahan gerah dan tidak menyerap keringat akan menyebabkan area tubuh menjadi lembap. Kondisi ini menjadi tempat yang cocok untuk pertumbuhan jamur dan bakteri, terutama di daerah kewanitaan. Infeksi jamur ini biasanya ditandai dengan gatal, keputihan, dan bau tidak sedap.

4. Penurunan Kualitas Produksi Sperma

Dikutip dari Alodokter, penggunaan celana ketat, khususnya pada pria, dapat meningkatkan suhu di sekitar testis sehingga mengganggu proses produksi sperma.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore