Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 4 September 2025 | 04.41 WIB

5 Dampak Buruk Kurang Tidur yang Bisa Mengganggu Kesehatan Fisik, Mental, dan Produktivitas Anda

Ilustrasi cara tidur cepat dan nyenyak setiap malam. - Image

Ilustrasi cara tidur cepat dan nyenyak setiap malam.

JawaPos.com - Tidur merupakan kebutuhan dasar manusia yang sama pentingnya dengan makan dan minum.

Menurut kemkes.go.id, saat tubuh beristirahat, terjadi proses pemulihan baik secara fisik maupun mental. Hal ini membuat seseorang merasa segar, bugar, dan siap menjalani aktivitas ketika bangun tidur.

Selain itu, tidur juga berperan besar dalam mendukung tumbuh kembang anak dan remaja. Pada waktu tidur, tubuh memproduksi hormon pertumbuhan yang berfungsi mendukung perkembangan fisik serta kesehatan secara menyeluruh.

Kebutuhan tidur setiap orang tidak selalu sama. Berdasarkan informasi dari alodokter.com, orang dewasa membutuhkan waktu tidur sekitar 7–9 jam per hari.

Sedangkan anak-anak dan remaja membutuhkan durasi tidur yang lebih lama, yaitu 8–10 jam setiap hari.

Banyak orang yang tanpa sadar sering mengabaikan waktu tidurnya karena tuntutan pekerjaan, aktivitas sosial, atau kebiasaan begadang.

Kelompok yang paling rentan mengalami kurang tidur biasanya adalah pekerja dengan jadwal padat, pelajar yang sering belajar hingga larut malam, serta pengguna gawai yang berlebihan.

Kurang tidur bukanlah hal sepele. Kondisi ini dapat memicu berbagai masalah kesehatan yang perlu diwaspadai, antara lain.

1. Mudah Sakit
Kurang tidur membuat sistem imun tubuh bekerja tidak maksimal. Padahal, ketika tidur cukup, tubuh memproduksi sitokin, yaitu senyawa yang membantu melawan infeksi bakteri dan virus. Jika kondisi ini dibiarkan, tubuh menjadi lebih rentan terserang penyakit.

Dalam jangka panjang, risiko terkena gangguan serius seperti diabetes dan penyakit jantung juga bisa meningkat.

2. Berat Badan Meningkat
Durasi tidur yang pendek berkaitan erat dengan perubahan metabolisme tubuh. Orang dewasa yang hanya tidur sekitar empat jam sehari cenderung merasa lebih lapar dan mudah tergoda makanan tinggi karbohidrat serta berkalori tinggi.

Penelitian juga menunjukkan bahwa tidur kurang dari enam jam setiap malam meningkatkan risiko obesitas dibandingkan mereka yang memiliki waktu tidur normal, yakni 7–9 jam. Kondisi serupa juga bisa terjadi pada anak-anak dan remaja.

3. Sulit Konsentrasi
Tidur berperan besar dalam menjaga fungsi otak, termasuk kemampuan berpikir dan belajar. Saat seseorang kurang tidur, fungsi kognitifnya akan terganggu.

Efeknya bisa terlihat dari menurunnya tingkat perhatian, daya ingat jangka pendek, penalaran, hingga kemampuan memecahkan masalah.

Kondisi ini tentu bisa mengganggu produktivitas, baik di sekolah maupun di tempat kerja.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore